Prit! Kickoff Perburuan Mafia Bola Dimulai

90 views

Penangkapan Johar Lin Eng di Bandara Halim Perdanakusuma

Jakarta | Populinews.com – Kickoff perburuan mafia sepak bola Tanah Air dimulai. Dewi fortuna tampaknya berpihak ke Satgas Anti-Mafia Bola setelah berhasil meringkus anggota Exco PSSI, Johar Lin Eng.

Satgas bentukan Polri itu menangkap Johar karena diduga menjadi salah satu aktor pengaturan skor. Penangkapan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma setelah Johar bertolak dari Solo, Jawa Tengah.

“Bertempat di kedatangan Bandara Halim Perdanakusuma telah dilaksanakan monitoring giat penangkapan terhadap tersangka mafia pengaturan skor oleh Polda Metro Jaya yang dipimpin Ipda Elia Umboh,” kata Ketua Tim Media Satgas Anti-Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono, dalam keterangannya, dikutif dari detik.com, Kamis (27/12/2018).

Serangan Satgas Anti-Mafia Bola tak sampai di situ. Pola ofensif ditunjukkan dengan menangkap terduga pelaku pengaturan skor lainnya, yakni mantan anggota komisi wasit Priyanto (P) dan Anik Yuni Artika Sari (A), yang merupakan anak Priyatno, di dua lokasi.

“P ikut dalam kegiatan sepakbolaan. Dia bukan manajer. Mantan dari komisi wasit. Yang A itu anaknya,” terang Argo.

Setelah ditangkap, Johar langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya. Sedangkan Priyatno dititipkan di Polda Jawa Tengah dan Anik sudah diterbangkan ke Jakarta.

Indikasi pengaturan skor diketahui melalui laporan dari manajer klub sepakbola, LI. Laporan tersebut terkait dengan adanya sejumlah pihak yang meminta uang agar salah satu tim bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.

“Setelah dilakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi dan setelah dilaksanakan mekanisme gelar perkara, maka pada 24 Desember 2018 telah dinaikkan ke penyidikan,” ujar Argo dalam keterangannya, Rabu (26/12).

Johar, Priyanto, dan Anik kini menyandang status tersangka. Mereka diduga terlibat dalam pengaturan skor di Liga 3 di Jawa Tengah.

Ketiganya dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan dan/atau tindak pidana suap dan/atau tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5, UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Sebelum kickoff, Satgas Anti-Mafia Bola sudah memeriksa sejumlah saksi. Salah seorang saksi yang sudah diperiksa adalah Sesmenpora Gatot S Dewa Broto.

Pemeriksaan Gatot tak lain bersandar pada laporan LI. Pelapor mengaku dimintai duit dengan nominal dan tujuan berbeda pula.

“Pertama, kegiatan sepakbola U-16 wanita, dia mengeluarkan biaya akomodasi Rp 400 juta. Kedua, pemenangan sepakbola di tingkat provinsi, yang bersangkutan juga diminta Rp 175 juta agar dia bisa menjadi juara di tingkat provinsi. Ketiga, dia diminta Rp 50 juta, dia dijanjikan akan timnya itu di Liga 3 untuk naik peringkat ke Liga 2, itu laporannya ya,” ucap Argo, Sabtu (22/12).(red)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.