April 2019, Jalan Tol Muara Enim – Indralaya Siap Dibangun

178 views

Ruas tol Palembang Indralaya (Palindra) akan terhubung ke Muara Enim

MUARA ENIM | Populinews.com – Janji politik yang disampaikan saat kampanye pasangan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani dan Wabup H Juarsah SH ternyata bukan isapan jempol belaka, salah satunya pembangunan jalan tol Muara Enim – Indralaya.

Dalam waktu dekat ini, pembangunan jalan tol tersebut akan segera terwujud. Direncanakan pada April 2019 ini, pembangunan jalan tol sepanjang 119 KM segera dilakukan.

“InsyaAllah pada April 2019 ini, rencananya akan mulai dilakukan pembangunan jalan Tol Indralaya-Muara Enim, selanjutnya Muara Enim-Lubuk Linggau,” tutur Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani kepada para awak media usai menggelar rapat, di Ruang Rapat Bappeda, Kamis (04/04/2019).

Yani menjelaskan, pengerjaan pembangunan jalan Tol Indralaya – Muara Enim sendiri akan dikerjakan oleh perusahaan kontraktor plat merah (BUMN) PT Hutama Karya (HK).

“Tahap pertama pembangunan ruas tol Indralaya-Muara Enim sepanjang 119 Km ini tahap pertama akan dikerjakan PTHK,” bebernya.

Diharapkan dengan adanya pembangunan proyek jalan bebas hambatan di Sumsel khususnya di Kabupaten Muara Enim dapat mengurangi beban volume jalan nasional. Selain itu juga dapat mempercepat arus transformasi serta menghemat waktu.

Bupati Muara Enim, Ahmad Yani

“Nanti tol sepanjang 119 KM ini menggunakan dana APBN sebesar Rp7,5 Triliun. Nantinya jalan tersebut bisa ditempuh sekitar 2 Jam supaya tidak ada lagi kemacetan,” pungkasnya.

Berlanjut ke Lahat

Pembangunan ruas Tol Indralaya-Muara Enim rencananya akan terus dilanjutkan ruas Tol Muara Enim-Lahat. Ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang dilakukan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sebagai pengembangan konsep jalan Lintas Penghubung atau High Grade Highway (HGH) dari Jalan Trans Sumatera.

Pembangunan HGH diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan banyak lapangan kerja, meningkatkan akses, mengurangi biaya transportasi, dan memberi strimulus terhadap pertumbuhan sektor industri, pariwisata, dan pertumbuhan regional.

Menurut data yang didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), ruas jalan Tol Trans Sumatera dibagi atas tiga lintasan, yaitu Lintas Utama, Lintas Penghubung, dan Non Lintas Sumatera. Jalur Lintas Utama terdiri atas 17 pembangunan dengan total 2.048 kilometer (km).

Rinciannya; 1. Bakauheni-Terbanggi Besar, 2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang, 3. Pematang Panggang-Kayuagung, 4. Kayuagung-Palembang-Betung, 5. Jambi-Betung, 6. Jambi-Rengat, 7. Rengat-Pekanbaru, 8. Pekanbaru-Dumai, 9. Dumai-Rantau Prapat,10. Rantau Prapat-Kisaran, 11. Kisaran-Tebing Tinggi, 12. Tebing Tinggi-Medan, 13. Medan-Binjai, 14. Binjai-Langsa, 15. Langsa-Lhokseumawe,16. Lhokseumawe-Sigli, 17. Sigli-Banda Aceh

Kemudian, Lintas Penghubung, terdiri atas tujuh pembangunan, total panjang 770 km, dengan rincian; 1. Palembang-Indralaya (22 km) 2. Indralaya-Muara Enim (110 km) 3. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau (125 km) 4. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu (95 km) 5. Pekanbaru-Bengkinang-Payakumbuh-Bukittinggi (185 km) 6. Bukittinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang (5 km) 7. Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Prapat-Tarutung-Sibolga (200 km ).

Sedangkan untuk jalur Non-Lintas Sumatera, terbentang 25 km, dari Batu Ampar, Muka Kuning, hingga Bandara Nadim, Batam. Sebanyak 24 ruas jalan Tol Trans Sumatera ini, pengusahaannya akan dilaksanakan dengan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Dikutip dari situs resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)—organisasi koordinasi lintas instansi bentukan pemerintah dalam mendukung percepatan terlaksananya Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan Lintas Penghubung Indralaya-Muara Enim dan Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau masuk dalam daftar PSN.

Untuk Ruas Simpang Indralaya-Muara Enim, rencana pembangunannya sudah diproses sejak tahun 2018. Diawali dengan pembebasan lahan. Proyek jalan tol ini ditarget selesai dan beroperasi tahun 2023. Sedangkan untuk jalan tol Ruas Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau sepanjang 125 km, bernilai investasi Rp.14,587 dan ditarget selesai tahun 2024. (Deri)

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.