UNBK 2019, Kepala SMKN 6 Palembang: Alhamdulillah Berjalan Lancar

133 views

Kepala SMKN 6 Palembang Bambang Riadi S.Pd, M.Pd

Palembang | Populinews.com — Kepala SMK Negeri 6 Palembang Sumatera Selatan memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berjalan aman dan lancar sesuai yang diharapkan.

 

Kepala SMKN 6 Palembang Bambang Riadi S.Pd, M.Pd menyampaikan pelaksanaan serta tahapan UNBK dapat dilaksanakan dengan lancar sesuai harapan, karena sebelumnya memang SMKN 6 sudah melaksanakan hal yang sama  sejak pertama kali diterapkan UNBK tersebut.

 

” Sejak pertama kali diterapkan pelasanaan UNBK kita sudah ikuti, jadi boleh dibilang operator itu memang sudah punya pengalaman, baik secara fasilitas kita juga sudah cukup mendukung,” jelasnya saat dikonfirmasi Populinews.com dikantornya, jum’at (05/04/2019).

 

Dejelaskannya lebih lanjut, untuk kelancaran sekolah juga menyiapkan generator yang disiapkan sepanjang pelaksanaan UNBK berjalan, antispasi kekhawatiran dan menghindari tidak berfungsinya aliran listrik disaat cuaca misalnya karena hujan lebat, Petir atau beberapa kendala yang menyebabkan UNBK terganggu.

 

Harus diakui katanya, memang masih ada rasa was-was bagi sekolah, walaupun sudah ada generator atau genset untuk empat ruangan yang tidak support, kalau ada masalah artinya terpaksa akan perpanjangan waktu hingga sampai jam 02.00 wib, namun pada prinsifnya pelaksanaan UNBK tahun 2019  berjalan lancar.

 

” Alhamdulillah semua lancar peserta semuanya hadir, bisa menyelesaikan soal-soal dengan baik tidak ada yang berhalangan karena sakit atau apa,” tambahnya  .

 

 

Untuk SMK 6 Palembang tahun 2019 total siswa yang ikut UNBK adalah 379 yang dibagi dengan  4 labor dengan 3 sesi, yakni Jurusan Kompetensi Keahlian Boga Perhotelan, Tata Kecantikan Kulit dan Jurusan Rambut dan Tata Busana. Adapaun mata pelajaran yang diujikan pada UNBK 2019 yakni Bahasa Inggris, Matematika, PKN, Produktif.

 

 

Sementara itu Bambang juga menyampaikan dari hasil serta penagalaman pelaksanaan UNBK ada yang perlu dievaluasi untuk pelaksanaannya terutama untuk simulasi-simulasi, mungkin cukup satu kali saja agar tidak membebani tugas sekolah dan siswa. Selain itu diharapkan UNBK tidak menjadi bahan untuk lulus tidaknya siswa, tapi hanya untuk pemetaan saja.

 

“Lalu pada hari-hari pelaksanaan itu memang harus ada jaminan dari PLN, agar tidak ada pemadaman atau mungkin bisa dibantu oleh PLN untuk generator nya selama ini kan kita berusaha sendiri-sendiri, mungkin PLN kalau bisa mengalokasikan CSRnya duntuk fokus menyediakan alat yang dipersiapkan disekolah, menjaga agar pasokan tetap aman,” harapnya (adi)

 

 

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.