Pedagang Takjil Berjejer Disepanjang Jalan Kota Tanjung Enim

38 views

Pedagang Takjil di salah satu sudut kota Tanjung Enim

MUARA ENIM | Populinews.com – Sudah sepekan masyarakat menjalani ibadah puasa. Di Kota Tanjung Enim tepatnya di seputaran pasar dipenuhi para pedagang takjil dadakan. Selama ramadhan ini juga sebagian masyarakat memanfaatkan peluang membuka usaha berdagang makanan untuk berbuka.

Berdasarkan pantauan, Senin (13/05/2019), tampak para pedagang membuka lapak setiap hari, mulai pukul 14.00 WIB. Banyak dijumpai mulai dari sepanjang jalan mutik kelurahan pasar, pasar lama, hingga di pelataran terminal bantingan dipenuhi para pedagang.

Kemudian, para pedagang juga memenuhi pinggir-pinggir jalan hingga sampai di kawasan pemukiman Desa Tegalrejo.

Sri Mulyani (40), salah seorang pedagang takjil mengatakan, setiap ramadhan merupakan bulan penuh berkah baginya. Dimana, pada waktu ini dia memanfaatkan untuk usaha yang ia lakukan depan rumahnya. Semua makanan yang dijajakan bukan dia buat sendiri, melainkan semuanya titipan.

“Kebetulan rumah saya dipinggir jalan dan setiap hari ramai kalau di bulan puasa. Awalnya ada orang bilang kenapa tidak untuk jualan takjil rumahnya, tempat ini strategis. Dari situ saya membuka lapak, dan banyak titipan dari warga,” katanya.

Dia mengatakan lagi, kali ini sudah tahun ke tiga dirinya membuka lapak takjil dadakan. Katanya, omsetnya pun lumayan jika terkumpul untung dari hasil usahanya itu bisa untuk kebutuhan lebaran. Dia menjalankan usahanya tersebut hanya sendiri, dan tidak mendapatkan bantuan dari orang lain.

“Semuanya saya lakukan sendiri, kita sudah saling percaya dengan para pengisi dagangan, hingga sampai sekarang tidak ada masalah,”ungkapnya.

Lain hal dengan pedagang lain, Maman (30) pedagang bakso keliling dengan gerobak ini mengatakan, selama bulan puasa ini dia tidak repot untuk menjajakan bakso dengan berkeliling jalan kaki masuk keluar pemukiman. Kali ini tahun pertama dia mangkal di seputaran pasar Tanjung Enim.

“Hari-hari biasa saya keliling mas,keluar masuk pemukiman. Pas ramadhan ini saya coba mangkal di pasar. Alhamdulilah banyak dapat rejeki disini,”katanya.

Sementara itu, Rudi (40) warga Tanjung Enim meminta menjadi perhatian pihak-pihak berwenang tentang kemacetan yang terjadi diseputaran pasar setiap sore hari menjelang berbuka puasa. Menurutnya, tidak adanya petugas membuat situasi sekitar lokasi menjadi macet, dan merugikan pengguna jalan.

“Saya melihat tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas disana. Sehingga pas sore orang-orang mau cari makan untuk takjil seputaran pasar menjadi macet. Seharusnya ada petugas satu atau dua orang di tempat itu,”katanya. (Deri Zulian)

Posting Terkait