H-10 Jalan Lintas Timur Sumatera Aman Dilalui Pemudik

47 views

Kepala BBPJN Wilayah V Kiagus Syaiful Anwar

Palembang | Populinews.com – Menjelang arus mudik lebaran 2019,  Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) wilayah V memastikan Jalan Lintas Timur Sumatera aman untuk dilalui oleh para pemudik.

Kepala BBPJN wilayah V Kiagus Syaiful Anwar menjelaskan untuk perbaikan jalan, saat ini sudah dilakukan perbaikan spenjang sebanyak 1.900 dari total 2.500 lubang.

Secara rinci jelas Syaiful lebih lanjut, dari total 410,7 Km di lintas timur dan belum kerjakan tersisa 600 lubang lagi. Dan bisa dipastikan perbaikan sisanya bisa selesai sebelum H-10 lebaran.

“Kita sama-sama ketahui bahwa jalan Lintas Timur adalah jalur mudik Sumatera yang sangat strategis sehingga perlu upaya perbaikan yang cepat agar arus mudik tidak terganggu,,” kata Syaiful, senin (20/05/2019)

 

Lebih lanjut Syaiful mengatakan untuk pengerjaan jalan lintas timur yang menghubungkan dari batas Jambi hingga perbatasan Lampung itu masih sebatas menutup lubang serta merawat saluran air. Mengingat kontrak perbaikan jalan di Lintas Timur Sumatera sudah dua kali batal.

 

“Selain itu kenapa jalan lintas kita masih rusak, itu karena sudah 2 kali kita batal kontrak. Kalau kita bandingkan kenapa Jambi, Riau sampai ke Sumbar itu bagus. Itu karena  mereka sudah lebih awal  kontrak sejak dari 2018 lalu,” kata Syaiful.

 

Sementara itu, Terkait kerusakan jalan lintas di Sungai Lilin yang menyebabkan banyak mobil tumbang, Syaiful menyebut sudah mulai diperbaiki. Bahkan jalan tersebut saat ini tidak lagi berlubang dan telah siap dilalui pemudik.

 

“Sebagian lubang besar-besar sudah diperbaiki. Untuk smentara perbaikan masih secara struktural dulu sebelum kontrak, jadi untuk jalan lintas timur sepanjang 410,7 Km kita perbaiki pakai dana APBN. Sekitar Rp 9,5 miliar,” kata Syaiful lagi.

 

Menurut Syaiful beberapa alasan jalan rusak parah di perbatasan Sungai Lilin hingga Jambi, karena faktor beban kendaraan yang melintas hingga drainase yang buruk, sehingga mempercepat terjadinya kerusakan terhadap jalan tersebut.

 

“Kerusakan jalan perbatasan Jambi itu karena drainase yang tidak baik. Tetapi yang lebih penting adalah faktor beban kendaraan melebihi tonase, bayangkan kendaraan yang melintas itu di atas 30 ton, ini faktor utama,” Tegas Syaiful

 

 

 

Untuk perbaikan secara permanen dan total, Syaiful mengaku baru akan dapat dikerjakan setelah selesai kontrak Juni mendatang. Di mana penawaran baru dilakukan pada 28 Mei. Dengan begitu, perbaikan sudah pasti tidak akan dapat dilakukan sebelum mudik lebaran. Melainkan baru dapat dilakukan pada 28 Juni setelah kontrak selesai.

 

“Meski demikian saya berani menjamin bahwa lubang kita tutup sementara dan kami bersiaga 24 jam selama arus mudik lebaran tahun ini. Jalan aman untuk dilalui  tapi memang kurang nyaman karena hanya ditambal saja,” Pungkasnya (adnor)

Posting Terkait