Lumpur Tebal Hambat Distribusi Bantuan untuk Korban Banjir Konawe

65 views
Jakarta | Populinews.com – Pascabanjir yang terjadi di Konawe Utara beberapa waktu lalu, distribusi bantuan terus berdatangan, salah satunya datang dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Namun bantuan yang dikirimkan harus terhambat karena akses jalan dipenuhi lumpur tebal. Koordinator tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT, Kusmayadi mengatakan mobil dobel kabin yang didatangkan ACT terjebak lumpur tebal. Namun dengan peralatan seadanya warga sekitar bahu-membahu membantu mobil keluar dari lumpur. “Medan lumpur tebal menjadi hambatan kami untuk mendistribusikan bantuan ke Walalindu,” jelas Kusmayadi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/6/2019). Ia menjelaskan Desa Walalindu di Kecamatan Asera adalah salah satu desa yang terisolir setelah banjir bandang menerjang Konawe Utara. Tim DER-ACT pun mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir bandang. Di Kecamatan Asera tak hanya Desa Walalindu yang terdampak banjir bandang. Desa lain seperti Longeo Utama juga terdampak parah. Banjir yang menerjang Asera, Konawe Utara berasal dari meluapnya Sungai Lalindu. Ratusan rumah pun dikabarkan hancur terbawa arus banjir. Sementara itu menurutnya, terisolirnya beberapa desa di Kecamatan Asera diakibatkan dari terputusnya akses utama, yaitu jembatan penghubung desa yang membentang di atas Sungai Lalindu. Jembatan ini hancur terbawa derasnya arus banjir. “Yang membuat terhambatnya pengiriman bantuan ke Asera ialah terputusnya jembatan penghubung, kendaraan roda empat tak dapat melintas. Saat ini warga dibantu relawan dan tim evakuasi gabungan membuat jembatan darurat yang baru dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua,” tambahnya. Sampai saat ini tim DER-ACT terus bersiaga di Konawe Utara untuk membantu warga jika ada banjir susulan. Posko Kemanusiaan ACT juga sudah berdiri di beberapa titik, serta dapur umum yang sampai hari ini terus didirikan di berbagai desa yang terdampak parah, termasuk desa terisolir di Walalindu, Asera. Pelayanan medis dari ACT juga sudah diberikan untuk masyarakat terdampak. Ia pun melaporkan saat ini kondisi mereka beberapa sudah ada yang mengeluhkan sakit, karena cuaca yang belum menentu dan tempat tinggal yang masih di pengungsian. (red)

Posting Terkait