Kabut Asap, Disdik Sumsel Berencana Geser Jam Belajar

81 views

Palembang | Populinews.com — Kabut asap yang mulai menyelimuti kota Palembang akhir-akhir ini berdampak terhadap kondisi kesehatan udara di Sumatera Selatan terutama bagi anak sekolah yang rata-rata masuk pagi. Umumnya kabut asap terjadi pada saat pagi hari.

Terkait dengan kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel segera mengambil langkah efisien agar kabut tidak membahayakan kesehatan dan aktivitas belajar-mengajar khususnya anak sekolah.

Kepala Disdik Sumsel, Drs H Widodo MPd mengatakan, nanti kalau mendapat informasi secara resmi dari Dinas Kesehatan tentang tingkat kepekatan asap itu membahayakan bagi kesehatan anak-anak, maka pihaknya akan menerbitkan edaran ke setiap sekolah.

“Ada rencana untuk menggeser jam belajar agar tidak membahayakan bagi anak-anak. ,” jelasnya, saat dikonfirmasi ulang pada jum’at (6/9/2019).

Lebih lanjut ia juga menyampaikan kalau misalkan kabut dirasa sepanjang hari, bisa saja untuk smentara siswa bisa memaksimalkan cara belajar di rumah. Soalnya belajar-mengajar harus terus berjalan agar tidak tertinggal.

“Sehingga anak-anak tetap belajar meski tidak tatap muka. Jadi waktunya dibuat tentatif saja,” urainya.

Sebelum membuat surat edaran, kini pihaknya masih menunggu info dari Dinkes Sumsel terkait sehat atau tidaknya kondisi asap di Sumsel saat ini bagi anak.

“Mengingat jam pekatnya rata-rata pagi hari maka kecenderungannya adalah memundurkan jam masuk sekolah,” jelasnya.

Selain itu, saat ini Dinkes masih memantau, dan ia masih menunggu hasilnya untuk putuskan seberapa lama mundur atau jika sudah sangat membahayakan maka akan ditempuh untuk belajar di rumah.

“Kondisi ini sama seperti tahun 2015 lalu, yang mana kabut asap berpotensi membahayakan terutama memicu ISPA. Jadi untuk antisipasi tidak masalah kalau anak-anak belajar melalui kelas maya. Namun bukan bearti kita liburkan,” terangnya. (adn)

Posting Terkait