Kabupaten OKI Sumsel Masih Terjadi Karhutla

21 views

OKI | Populinews.com — Hasil pemantauan dari satelit Lapan,jumlah hot spot yang ada diwilayah Kabupaten OKI memang masih terlihat banyak, hujan yang turun ,dari hasil semaian dari tim TMC (Teknologo Modifikasi Cuaca) belum  memberikan dampak yang besar terhadap Hot spot.

Hujan turun yang dengan intensitas sedikit belum mampu membuat  hot spot yang berupa bara api di dalam permukaan gambut benar benar terbasahi habis oleh air ataupun hujan, dampaknya kembali dan menimbulkan asap kembali.

Selain itu apabila terkena sinar matahari yang terik dan hembussan angina yang kencang,dampak ini menimbulkan asap serta api yang timbul ke atas permukaaan tanah.

Beberapa daerah di wilayah OKI masih terdapat titik api ,seperti di Desa Sungai Bungin,Kecamatan Pangkalam Lampam,berupa lahan kosong seluas +/- 3 Ha, di Areal PT. Tempirai di Desa Cinta Jaya, Pancawarna Kec. Pedamaran Kab. OKI berbatasan Dengan Desa Jungkal Kec. Pampangan berupa lahan sekitar -/+ 5 Ha, lahan areal PT. Gading Cempaka Kec. Kayuagung Kab. OKI sekitar -/+ 4 Ha, lahan di Desa Pulu Beruang, Petaling, Sakaian Kec. Tulung Selapan Ilir Kab. OKI Yg Merupakan Lahan Plasma Sawit dan Gelam Milik Masyarakat dan Berbatasan Dengan  PT. RAS, PT. Yudha dan PT. DGS dengan luas sekitar – / + 4 Ha.

Dansubsatgas OKI, Letkol.Inf. Riyandi menyampaikan setiap harinya Satgas darat karhutla gabungan,yang terdiri dari Tni,Polri,Manggala Agni,BPBD, RPK setempat dan masyarakat sekitar bahu membahu untuk mematikan sumber api dan asap yang timbul dari dampak karhutla ini.

“ Tidak hanya melalui darat saja, Satgas udara juga tidak kalah sibuknya hilir mudik dengan helicopter Water Bombingnya yang selalu mangambil air dan menyiramkannya ke lokasi yang ada api dan asap ini,” urainya, senin (21/10/2019)

Lebih lanjut ia menyampaikan dari hasil pengamatan langsung dilapangan bahwa ada juga daerah yang rawan karhutla  memerlukan penanganan berupa pembasahan lahan/titik api yang sampai berhari hari.

“ Itu semua dampak dari rambatan api yang menjalar dibawah permukaan gambut,serta kurangnya sumber air yang ada di lokasi kebakaran tersebut, kita masih memerlukan alat perlengkapan yang lebih banyak lagi,” ujarnya. (adi)

Posting Terkait