Satgas Karhutla Sumsel 2019 Resmi Ditutup

8 views

Palembang | Populinews.com — Pengakhiran status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan Ta 2019 secara resmi ditutup oleh Gubernur Sumatera Selatan Bapak H.Herman Deru di Hotel Santika Premier, Minggu (1/12/2019) yang dilaksanakan dihadapan ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat Letnan Jendral TNI Doni Munardo beserta staf yang hadir dari Jakarta,beserta semua unsur-unsur Karhutla yang terlibat di Bumi Sriwijaya ini.

Pada kesempatan tersebut diberikan penghargaan kepada tiga perusahaan yang berperan aktif dalam pengendalian Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019 di Sumsel. Tiga perusahaan hutan tanaman industri yang merupakan mitra APP Sinar Mas diberi penghargaan langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

Tiga perusahaan tersebut diantaranya PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai dan PT Rimba Hutani Mas. Selain tiga perusahaan ada beberapa perusahaan serta kepala badan dan lembaga di Sumsel yang turut menerima penghargaan.Diantaranya Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono selaku Dansatgas Karhutla Sumsel Ta 2019.

Dalam paparannya Danrem 044/Gapo menyampaikan segala upaya,hambatan dan kendala yang telah dilakukan/dihadapi dalam penanganan Karhutla di Sumsel untuk tahun ini. Disamping itu juga Danrem membeberkan berupa saran saran dalam penanggulangan Karhutla,apabila masih terjadi lagi di masa yang akan datang serta kesimpulan secara umum,yang menyatakan Karhutla dapat dilaksanakan dalam keadaan aman, terhadap kegiatan Karhutla yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih 5 bulan ini, yang sudah sangat banyak menyita tenaga,pikiran,waktu dan lain sebagainya dalam upaya menanggulangi dampak Karhutla ini,ujarnya

Walaupun Posko Karhutla Sumsel secara resmi sudah ditutup, namun permasahan kebakaran masih belum selesai.Khususnya di wilayah rawan karhutla terutama di Ogan Ilir, OKI dan Muba.Untuk itu, personel TNI AD jajaran Kodam II/Swj terutama Kodim-Kodim dan terkhusus lagi babinsa babinsa koramil yang ada di wilayah masih tetap melaksanakan siaga untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya, dan dapat sesegera mungkin memadamkan kebakaran,agar tidak bertambah luas dampaknya.

“Dan harapan kita bersama musim hujan akan segera tiba ,dan dapat membasahi seluruh areal rawa gambut yang ada di seluruh wilayah Sumatera Selatan ini,”tandasnya. (adinor)

Posting Terkait