Pasca Lebaran, Banyak Usaha Terancam Bangkrut & PHK!

69 views

JAKARTA | Populinews.com – Pandemi Covid-19 telah berimbas kepada dunia usaha. Mereka megap-megap dalam menjalankan operasional saat ini. Diperkirakan banyak usaha mulai akan gulung tikar dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Juni atau setelah Lebaran, bahkan saat ini sudah terjadi PHK masif. Pengusaha mendesak ada relaksasi pembatasan sosial dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi usai lebaran.

“Ada yang sudah mulai bangkrut kan. Nah, jadi kalau kita, harus ada yang monitor gimana kebangkrutan itu terjadi,” kata Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/5).

Ia bilang demi menghindari kejadian sama terulang di banyak perusahaan lainnya, maka perlu ada transisi masa, dari kondisi berat ke masa recovery. Saat ini sedang tidak ideal karena tren positif Covid-19 kembali menanjak. Namun di sisi lain, pengusaha tidak bisa menunggu lama lagi untuk sanggup berada dalam masa bertahan.

“Harus lakukan relaksasi di tengah pandemi yang mungkin puncak-puncaknya. Itu yang disebut berdamai dengan Covid-19,” ujarnya.

Apalagi, kalangan usaha menilai sejumlah langkah dari pemerintah yang mengucurkan stimulus triliunan rupiah tidak begitu terasa. Ia menilai di lapangan, masih terlihat ketidaksinkronan kebijakan dari atas.

“Sekarang paling penting grand strategi pemerintah untuk pindah dari survival ke recovery. Gimana policy-policy-ya? Kan waktu itu udah dianggarkan sekian triliun. Gimana implementasinya? Itu yang ditunggu dunia usaha,” sebut Bob.

Kejelasan implementasi di lapangan memang ditunggu oleh dunia usaha. Karena jika kaku, maka akan berdampak besar. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Suryopratomo mengingatkan kembali dampak yang bakal timbul.

“Ada dua skenario yang sudah dilaporkan oleh Ibu Menteri Keuangan. Satu berat dan sangat berat, berat itu sekitar 2,9 juta pengangguran, kalau sangat berat bisa 5,2 juta,” katanya. (cnbc)

Bagikan :

Posting Terkait