Hasil Sidang Isbat Tetapkan Lebaran Minggu 24 Mei

139 views

Menag Fachrul Razi usai Serahkan Gedung Asrama Haji untuk Ruang Isolasi Pasien COVID-19. Foto: Dok. kemenag

JAKARTA | Populinews.com — Pemerintah telah selesai menggelar sidang isbat penentuan awal bulan Syawal. Berdasarkan hasil sidang, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 H pada Minggu, 24 Mei mendatang.

“Besok hari Sabtu kita masih berpuasa. Karena besok masih Ramadhan dan demikian 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam konferensi pers virtual di Kantor Kementerian Agama, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (22/5).

Pemantauan hilal (rukyatul hilal) dilakukan di 80 titik lokasi di seluruh Indonesia. Selama proses tersebut, petugas belum melihat hilal dengan posisi minimal 2 derajat di atas ufuk.

Karena posisinya yang masih dibawah 2 derajat dan hilal tak berhasil dirukyat, maka akan disempurnakan menjadi 30 hari. Sehingga 1 Syawal 1441 H jatuh pada 24 Mei 2020.

“Tak ada satu pun yang berhasil melihat hilal. Maka dengan dua hal bahwa posisi hilal berada di bawah ufuk, dilihat dari seluruh Tanah Air kita dan tak ada satu pun petugas kita yang mampu melihat hilal, maka sidang Isbat secara bulat menetapakan 1 Syawal 1441 H pada Minggu 24 Mei,” jelas Fachrul.

Menag Fachrul Razi usai Serahkan Gedung Asrama Haji untuk Ruang Isolasi Pasien COVID-19. Foto: Dok. kemenag © Disediakan oleh Kumparan Menag Fachrul Razi usai Serahkan Gedung Asrama Haji untuk Ruang Isolasi Pasien COVID-19. Foto: Dok. kemenag

Sidang isbat sudah digelar sejak pukul 17.00 WIB di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama. Sidang ini dihadiri oleh kalangan terbatas, karena pandemi corona.

Hasil sidang ini sama seperti Muhammadiyah yang sudah terlebih dahulu menetapkan awal Syawal yang jatuh pada 24 Mei 2020. Muhammadiyah menggunakan metode hisab yang memungkinkan masyarakat tahu sejak dini awal bulan dalam Islam.

Sementara rukyatul hilal yang dilakukan pemerintah dilakukan secara manual, yakni dengan mengamati langsung penampakan awal bulan menggunakan teropong atau teleskop di titik-titik tersebut. (red)

Bagikan :

Posting Terkait