BANYUASIN | Populinews.com — Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, warga komplek perumahan Handayani, kelurahan Sukajadi, km 14, kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sabtu (1/8/2020) melakukan penyembelihan 9 ekor sapi dan 11 ekor kambing. Penyembelihan dilakukan di lima lokasi, termasuk di halaman Mesjid Al-Mukhlisin.

Ketua Panitia Qurban, yang juga Ketua Pengurus Mesjid Al Mukhlisin, Radinal Achmadsyah, didampingi Penasehat H.M Toyib AH, S.Pd, Ketua RW. 15 Sukajadi, Drs Ganepo, M.Si, dan Wakil Ketua RW 15 Handayani Sirajuddin S.Sos, M.Si, mengatakan jumlah hewan Qurban yang disembelih tahun ini, terjadi peningkatan yang signifikan.

“Alhamdulillah, tahun ini jauh lebih banyak, dibanding tahun lalu. Ini membuktikan bahwa pemahaman warga Handayani tentang ibadah qurban sudah sangat baik,” ujar Radinal Achmadsyah, kepada populinews.com.

Adapun hewan qurban yg disembelih seluruhnya berasal dari warga Handayani sendiri. Dari 9 sapi yang disembelih, 7 ekor diantaranya berasal dari warga yang melaksanakan Arisan Qurban, sedangkan 2 ekor lagi, adalah sedekah pribadi warga. Sementara 11 ekor kambing, juga merupakan sedekah pribadi warga.

Radinal juga menjelaskan hewan qurban ini disembelih di lima lokasi. Hewan qurban yang di potong di Griya Handayani, meliputi 2 Sapi dan 5 Kambing di Musholla Al Hidayah RT.83, 1 Sapi di RT. 44, 3 Sapi di RT.43 dan 3 Sapi dan 7 Kambing di Masjid Al Mukhlisin kesemuanya di Griya Handayani.

Radinal Ahmad, juga menyampaikan kebijkan pemotongan dilakukan pada 11 Zulhijah, mengingat 10 Zulhija yang jatuh hari Raya idul Adha terlalu singkat, serta adanya penyolatan jenazah di Masjid Al Mukhlisin.

Dikatakan penyerahan 3 sapi qurban untuk disembelih di halaman Mesjid Almukhlisin sudah dilakukan sejak seminggu lalu, dengan petugas penyembelih H.M. Toyib AH dibantu beberapa petugas yang ditunjuk. Sementera di empat lokasi lainnya dikoordinir oleh Ketua RT masing-masing.

Ketua RW 15 Kelurahan Sukajadi, Drs Ganepo mengatakan pelaksanaan penyebelihan hewan qurban ini, memang diundur satu hari setelah Idul Adha, sebab tahun ini Idul Adha bertepatan jatuh pada hari Jumat. Selain waktunya singkat, karena umat muslim harus melaksnakan shalat jumat, juga karena ada salah satu warga Handayani yang meninggal dunia.

“Karena itu penyembelihan baru hari ini kita lakukan,” ujar Ganepo. Ia juga menambahkan selain melaksanakan Sunnah Nabi Muhammad SAW, berkurban juga merupakan bentuk kebersamaan warga Handayani serta kepedulian terhadap sesama.

Ganepo juga mengaku sedikit terkejut melihat tingginya keinginan dan kesadaran warga Handayani untuk melaksanakan ibadah qurban tahun ini. “Kita berharap di tahun berikutnya, jumlah hewan qurban yg di sembelih di komplek perumahan Handayani dapat bertambah lagi,” ujarnya.

Sementara itu H. Toyib. AH SPd, mengatakan ibadah qurban merupakan keyakinan dan kesadaran umat islam dalam menjalankan perintah AllahSWT.  Dan berqurban juga salah satu cara kita selaku umat Islam, untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah sang Maha Pencipta. Pelaksaan qurban juga diperingati untuk mengingat betapa Allah SWT, telah menguji kekekuatan iman Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya lewat mimpi.

Berqurban, jelas HM. Toyib, merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu, menyisihkan sebagai hartanya. Dan ini merupakan tuntutan Nabi Muhammad SAW, sebagai tanda bersyukur terhadap nikmat Allah.

Dalam Al-quran juga dijelaskan bahwa sesungguh Allah telah memberikan nikmat yang banyak kepada umat manusia. Maka dari itu hendaklah kita bersyukur atas nikmat tersebut. Sebaliknya joka kita kufur nikmat, maka terputuslah pahala seseorang.

“Surat Al-Kautsar juga menjelaskan bahwa berkurban merupakan perintah langsung dari Allah SWT agar umat manusia di muka bumi ini dimana pun berada dan dalam kondisi apapun, untuk melaksanakan ibadah. Termasuk melaksanaka ibadah lainn dan sunnah Nabi Muhammad, yang salah satunya adalah berkurban.

“Berkurban itu merupakan salah satu bentuk kekuatan iman kita untuk selalu berupaya mendapatkan berkah dan ridho Allah SWT, sepanjang kita menjalani kehidupan di dunia,” ujar HM Toyib, yang juga salah satu tokoh agama di komplek Handayani. (dm)

Editor : Dahri Maulana