Foto: dari kiri, Ketua Korwil Himalaya TPI, Arie Sunandar, Ketua LSM P2KN Kennedy Sh, Ketua Komisi I DPRD Kepri Bobby Jayanto, Direktur PT BAI Santoni

Minggu 09 Agustus 2020, 15.35 Wib

TG-PINANG | Populinews.com.
Kedatangan 325 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Negara China yang akan bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menuai polemik.

Pasalnya sejumlah Ormas, LSM dan Tokoh masyarakat Kepri menilai kedatangan 325 TKA ini, sebagai bentuk Penggangkangan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap tenaga kerja lokal yang saat ini sedang ramai ramainya di PHK akibat Pandemi Covid-19 oleh beberapa Perusahaan.

Salah satu stedmen itu datang dari Tokoh muda Kordinator wilayah (Korwil) Himpunan Melayu Raya (Himalaya) Kota Tg-pinang, Arie Sunandar.

“Kami tetap menolak masuknya TKA asal China ke Kepri di masa pandemi ini. Pasalnya, penyebaran Covid-19 masih saja meningkat. Tidak hanya melalui local transmission, tetapi juga imported case,” kata Arie Sabtu (08/08/20) di kutip dari Pijarkepri.com.

Secara tegas Korwil Himalaya Kota Tg-pinang ini menyatakan, 325 TKA asal China yang didatangkan oleh PT. BAI sangat rentan membawa virus Covid-19 ke dalam negeri, khususnya di Provinsi Kepri. Dan potensi penyebarannya pun dinilai rentan dan cepat menyebar.

“Kita saja masih khawatir dengan Kondisi dan situasi penyebaran Covid-19 di sejumlah Wilayah di Kepri yang belum juga usai. Tiba- tiba datangkan pula ratusan TKA dari China, sementara kita juga tahu negara tersebut belum juga aman dari Covid-19,” pungkas Arie salah satu Tokoh pemuda di Kepri ini.

Sementara itu, Ketua Lsm Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) Prov Kepri yang juga Tokoh Batak Masyarakat Bintan, Kennedy Sihombing sebut, kedatangan ratusan TKA oleh PT BAI ke Bintan adalah bentuk kezholiman terhadap pekerja lokal.

Menurut dia, ditengah- tengah banyaknya angka pengangguran di Bintan dan di Tanjungpinang akibat Pandemi Covid-19, lebih efektif jika pihak pengelola mendahulukan tenaga kerja lokal ketimbang merekrut TKA asal China untuk mengisi sejumlah pekerjaan

“Ini bentuk penggangkangan yang telah dilakukan oleh PT. BAI terhadap tenaga kerja lokal, apalagi disaat banyaknya angka pengganguran akibat PHK oleh sejumlah perusahaan di Bintan dan Tg-pinang karena pandemi covid-19,” tegas Ketua P2KN Kepri yang juga dikenal banyak membantu masyarajat kecil ini.

Sementara itu dalam keterangan lain, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tg-pinang, Agus Jamaluddin mengatakan, Setibanya kedatangan ratusan TKA asal negeri China di Bandara RHF, pihak KKP langsung melakukan tes cepat Covid-19.

“Kami telah melakukan tes cepat Covid-19, jika nanti hasil tes cepat reaktif, kita langsung pisahkan buat swab. Apabila memang nantinya ada yang positif Covid-19, maka akan kita rujuk ke Rumah Sakit (RS) Khusus Covid-19 di Galang, Batam,” ucap Agus.

Selanjut Agus juga sampaikan, masyarakat tak perlu khawatir terhadap kedatangan TKA tersebut. Karena Para TKA itu sudah membawa hasil tes usap Covid-19 dari negara asalnya China, selain itu, mereka juga akan menjalani tes cepat dan karantina selama 14 hari di Bintan.

“Selama 14 hari masa Karantina, kami akan tetap mengawasi TKA asal China ini untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang di anjurkan,” terang Agus.

Foto: Ratusan TKA asal China saat di Bandara RHF Tg-pinang

Selain itu, kepada media ini. Kepala Imigrasi Kelas I Tg-pinang, Irwanto menegaskan, untuk urusan dokumen terkait kedatangan 325 TKA asal China ke Tg-pinang sudah sesuai prosedur keimigrasian.

“Untuk urusan dokumen kedatangan 325 TKA asal China tersebut sudah lengkap dan sudah sesuai Prosedur keimigrasian,” ujar Irianto Kepada Populinews.com, Minggu (09/08/2020).

Lalu, menangapi polemik pro dan Kontra penolakan atas kedatangan 325 TKA asal China tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kepri Bobby Jayanto angkat bicara, Dia katakan, terkait kedatangan 325 TKA yang dipekerjakan sebagai tenaga ahli kontruksi oleh kontraktor pemenang tender asal China, itu sah- sah saja asalkan mereka  memiliki ijin dari Pemerintah.

Namun, meskipun mereka memiliki ijin dari Pemerintah, Selaku wakil rakyat yang duduk di DPRD Prov Kepri Saya juga menghimbau kepada pihak perusahaan agar mengandeng tenaga kerja lokal sebagai pendamping pekerjaan.

“Kita memaklumi jika langkah yang diambil pihak kontraktor perusahaan asal China yang memenangkan tender untuk merekrut tenaga ahli konstruksinya khusus dari China, namun jangan lupa untuk mengandeng dan memberdayakan tenaga kerja lokal,” imbau Bobby yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Kota Tg-pinang ini.

Selanjutnya Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada PT BAI yang telah mengirim dan menyekolahkan sejumlah tenaga kerja lokal ke China guna  pendidikan untuk menambah pengalaman dan pengetahuan.

Tak lupa Bobby juga menggingatkan kepada pihak PT BAI untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat, agar tidak memunculkan klaster baru Covid-19 di Kepri ini.

Sementara itu, Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), Santoni. Memberi keterangan terkait penolakan kedatangan 325 orang TKA asal China untuk bekerja di PT BAI dalam kurun waktu 4 bulan kedepan.

Dia sampaikan, sebelum mendatangkan tenaga ahli kontruksi itu dari China, pihak perusahaan sudah mengikuti prosedur dan mendapatkan izin terlebih dahulu dari pemerintah.

“Kami sudah mendapatkan izin dan mengikuti prosedur terkait kedatangan TKA ini. Dengan adanya penolakan dan lain-lain mungkin kami berangap ada yang belum jelas disini. Apa lagi kondisi Pandemi seperti ini,” tutur Santoni, Direktur PT BAI.

Selanjutnya dia juga berharap kepada semua pihak untuk mendukung proses percepatan pembangunan PT. BAI agar dapat cepat beroperasi dan masyarakat luas (lokal) bisa bekerja.

“Seperti kita ketahui bersama sulit untuk mendatangkan investasi ke Kepri ini, oleh karena itu saya memohon dukungan semua pihak. Mari kita bersama membangun ekonomi kepri yang lagi terpuruk akibat Covid-19.

“Kita putra daerah pasti kita jaga daerah kita, begitu pula untuk memajukannya,” tegas Santoni. (Wak Kur)