LAHAT | Populinews.com – Bupati Lahat melalui Dinas Perikanan Kabupaten Lahat hari ini, Minggu (20/12) melaksanakan Panen Perdana Budidaya Ikan Lele Metode Green Water Sistem dan Natural Water Sistem Pokdakan di kolam Pokdakan Blok B Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Lahat.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat beserta jajaranya,Kepala Bappeda,pihak PT.Priamanaya,Bank Sumsel Babel,para anggota Pokdakan yang ada di Kabupaten Lahat serta para tamu undangan yang sempat hadir.

Bupati Lahat Cik Ujang,SH melalui Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lahat Drs.H.Deswan Irsyad,M.Pd.I dalam kata sambutanya menyampaikan Metode Green Water sistem dan natural water sistem ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi.

Tingginya limbah organik pakan dan kotoran ikan secara insentif akan menimbulkan peumpukan dan pemgendapan di dasar kolam,oleh karena itu di perlukan konstruksi kolam yang tepat dalam pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme berupa plankton dan bakteri positif untuk menjaga kualitas air.

“Kami berharap dengan adanya metode ini akan membuka cakrawala berfikir bagi Pokdakan dan menginsipirasi masyarakat secara umum dalam tekhnologi budidaya ikan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan peningkatan perekonomian dari sektor perikanan.”harapnya

Sementara Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lahat Maruli,SSTPI menambahkan bahwa dengan melalui metode green water sistem dan natural water sistem ini akan membantu Pokdakan yang ada di Kabupaten Lahat dalam meningkatkan hasil panen Budidaya ikannya sekaligus sebagai upaya pemerintah Kabupaten Lahat untuk memperkuat perekonomian dari sektor perikanan budidaya.

Di tambahkanya dari 4 Pokdakan yang ada di Kecamatan Lahat yang setiap pembudidaya ikan memiliki 6 kolam dengan hasil produksi sebanyak 1 ton.Dan panen ini di targetkan setiap bulan sekali sehingga kebutuhan ikan di Kabupaten Lahat dapat terpenuhi.

“Untuk para pembudidaya ikan yang tergabung dalam Pokdakan di himbau agar mengikuti SOP yang di berikan oleh konsultan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dan tujuan dinas perikanan dapat tercapai untuk hasil produksi setiap hari dengan kerjasama kemitraan bersama minimal 30 Pokdakan yang ada,” ucapnya. (*) Rochmi