LAHAT | Populinews.com – Bupati Lahat Cik Ujang, SH menjadi orang pertama yang disuntik Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lahat, Senin (01/02/2021). Agenda suntik vaksin ini berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat.

Turut Hadir Bupati Lahat Bapak H. Cik.Ujang, SH, Sekda Lahat Drs. H Deswan Irsyad.M.Pdi, Asisten II Ibu Sri Muliati, SH.MM, Ketua Pengadilan Negeri Bapak Jimmy Maruli, SH. MM, Kepala Dinas, Kapolres Lahat, Kodim 0405, Ketua DPRD Bapak Fitrizal Homizi, Jajaran Forkopimda, Ketua MUI, Persatuan Gereja Kabupaten Lahat, ketua IDI Kabupaten Lahat, dr. Fauzi Kepala RS DKT Lahat dan beberapa tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan akan menerima suntikan Vaksinasi Covid-19 hari ini.

Bupati lahat mengatakan dengan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lahat ini adalah sebagai suatu pertanda bahwa pemerintah akan melakukan fungsi tugas, dan tanggung jawab dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat kabupaten lahat.

Simbolisasi penerimaan vaksin kepada pejabat publik hari ini diharapakan dapat menumbuhkan rasa optimis dan harus kita tingkatkan imun masyarakat, bahwa secara medis, kita akan menerima suntikan vaksinasi, tetapi harus berfikir positif saja bahwa dengan disuntik vaksinasi, akan membuat imun kita naik.” Katanya.

Setelah di vaksinasi serta melakukan masa observasi selama 30 menit, Bupati Lahat selanjutnya diberikan kartu vaksinasi oleh Bapak Taufik PLH selaku Dinkes Kabupaten Lahat.

Setelah melalui beberapa tahap, tidak terdapat gejala apapun ini membuktikan bahwa vaksinasi ini cocok untuk kita semua dan kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak merasa takut pada saat disuntik vaksinasi nantinya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lahat Bapak Fitrizal Homizi menyampaikan bahwa masyarakat tetap optimis dan mau untuk divaksinasi. Karena vaksinasi ini halal sudah ada ketentuan dari MUI.

Sementara itu, Sekda H. Deswan Irsyad Kabupaten Lahat menyampaikan Pemberian suntikan vaksin Covid-19 lantas tidak serta merta dapat menghentikan penularan virus pandemi ini. Mengingat bahwa setelah mendapatkan suntikan vaksinasi, protokol kesehatan 3M harus tetap kita dijalankan.

“Supaya terciptanya kekebalan tubuh semua ini untuk dapat memberikan sosialisasi bahwa imunisasi ini dilaksanakan harus tetap didukung protokol kesehatan yang ketat. Jangan sampai setelah imunisasi kita abaikan prokes,” ungkapnya

Laporan Taufik PLH Dinkes Kabupaten Lahat menyampaikan bahwa Kabupaten Lahat mendapat jatah vaksin sebanyak 3800 dosis. 2844 dosis pertama akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan di seluruh Kabupaten Lahat, dan akan dilakukan pengulangan.

Penyuntikan 14 hari ke depan, sasaran vaksinasi selanjutnya adalah pejabat publik, lansia dengan diskresi khusus baru kemudian masyarakat umum.

Mekanisme pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan dalam 4 tahap. Pertama adalah tahap pendaftaran, dimana calon penerima vaksin harus menunjukkan KTP dan etiket dari Kementerian Kesehatan RI yg dikirimkan ke nomor handphone calon penerima vaksin. Tahap kedua adalah screening. Pada tahapan inilah ditentukan apakah calon penerima vaksin lolos screening kesehatan untuk disuntik dengan persyaratan tidak sedang bergejala sakit, tidak sedang hamil, dan tekanan darah normal.

Tahap ketiga adalah tahap penyuntikan vaksin dilanjutkan tahap evaluasi kejadian ikutan paska imunisasi.

”Tahap keempat setelah selesai vaksinasi kita menunggu sekitar 30 Menit apakah ada gejala dan apakah tidak. Jika tidak timbul gejala berarti suntikan vaksinasi itu cocok,” katanya. (eka)