(Dari kiri): Kapolda Sumsel, Wagub Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya, ketika mengikuti Rakor Lintas Sektoral Bersama Kapolri, Panglima TNI dan Sejumlah Menteri, membahs kesiapan Nataru dan Penangan Pencegahan Lonjakan Covod-19. (f/humas Polri)

PALEMBANG | Populinews.com – Polda Sumsel bekerjasama dengan Kodam II Sriwijaya, Satgas Covid-19 serta institusi lainnya, akan melakukan pengetatan di jalur masuk angkutan umum, seperti Bandara, pintu tol dan stasiun kereta api, pada tujuh hari sebelum dan sesudah Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain untuk pengamanan lalu lintas orang, juga untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19

”Kita akan melakukan inventarisir di titik-titik mana saja yang perlu dilakukan pembatasan. Priotas adalah di Bandara, Pintu Tol dan Stasiun. Namun, hal tersebut baru akan dilaksanakan pada H-7 hingga H+7 termasuk juga implementasi dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level-3 jelang Nataru,” ujar Kapolda Sumsel, Irjen Pol Toni Harmanto, usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral melalui video conference (vicon) di Mapolda Sumsel, Jumat (26/11).

Rapat koordinasi lintas sektoral secara vicon dilaksanakan bersama para Menteri terkait yaitu Menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK), Menteri Dalam Negeri, Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, Menteri Perhubungan, Menteri Agama, Kepala BKKBN RI, Panglima TNI dan Kapolri dan Kepala Kepresidenan.

Dalam rakor tersebut dibahas berbagai hal mengenai penanganan Covid-19 dan kesiapan pengamanan menghadapi Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H. Mawardi Yahya, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika, Asops Kasdam II/Swj, sejumlah PJU Polda Sumsel dan Unsur FKPD dan OPD Sumsel.

Kapolda mengatakan, pengamaman pasca Nataru dan penanganan antisipasi lonjakan Covid-19, tetap disertai strategi percepatan vaksinasi. Dan itu menjadi pembahasan dalam rakor tersebut. Mengenai bagimana teknis pengamanan yang akan dilakukan, akan dibahas kemudian dalam rakor lanjutan.

“Nanti kembali akan diadakan rapat lanjutan terkait dengan rencana teknisnya. Selain pengamanan Nataru sendiri, tugas kita bersama adalah mencegah penyebaran Covid-19, apalagi sekrang ini disebutkan ada virus varian baru,” ujar Toni menambahkan.

Dikatakan Toni, bahwa nanti akan ditempatkan sejumlah petugas gabungan Polri dan TNI di setiap titik penyekatan. Petugas juga akan memantau disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Mengenai kamtimbmas jelang pemberlakuan PPKM level tiga di wilayah Sumsel sejauh ini berlangsung kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, di kesmepatan sama mengatakan terkait strategi pengamanan Nataru, tugas TNI adalah membantu Polri.

Selanjutnya, memaksimalkan patroli rutin di sasaran terpilih yang ada potensi penyebaran Covid-19 dalam rangka penegakan di masa PPKM, bersama Stakeholder lainnya. Selain itu, melakukan sidak di tempat keramaian seperti terminal, bandara, stasiun dan tempat hiburan/wisata.

”Kami juga akan memberikan edukasi dan sosialisasi secara intens tentang pendisiplinan Prokes Covid-19 kepada masyarakat sampai covid-19 ini benar-benar hilang,” ujarnya. (dm)

Penulis : Dahri Maulana