JAKARTA | Populinews – Pandemi Covid yang sempat mereda kini kembali dengan Varian baru, BA 4 & BA 5. Walaupun Jenis Varian ini tidak sedahsyat Covid 19 terdahulu, tetap saja harus tetap di waspadai oleh pemerintah & masyarakat.
Setelah pemberlakuan PPKM selama sebulan terakhir, Menteri Dalam Negeri kembali melakukan perpanjangan PPKM Jawa Bali melalui Inmendagri Nomor 33 Tahun 2022 dan PPKM Luar Jawa Bali melalui Inmendagri Nomor 34 Tahun 2022. Kedua Inmendagri tersebut akan berlaku efektif mulai tanggal 5 Juli s.d. 1 Agustus 2022.

Safrizal selaku Dirjen Bina Adwil dan juga Wakil Ketua III Satgas Penanganan Covid-19 Nasional menjelaskan bahwa pada “Adanya peningkatan Suspect & pasien Covid 19, Varian BA 4 & BA 5 di beberapa daerah, maka perlu dilaksanakan perpanjangan PPKM. Pelaksanaan PPKM kali ini perlu ada perhatian serius kepada seluruh pihak, khususnya Jawa Bali yang kembali ada daerah dengan status PPKM Level 2” ujar Safrizal – Dirjen Bina Adwil yang juga Wakil Ketua III SatGas Penanganan Covid 19 Nasional.
Adapun Beberapa daerah terpaksa harus dinaikkan status PPKM menjadi Level 2 yaitu: Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Sorong.

Dengan menggunakan indikator transmisi komunitas untuk melakukan asesmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan PPKM, saat ini untuk Jawa Bali terdapat 114 daerah dengan status PPKM Level 1, menurun dari pelaksanaan Inmendagri sebelumnya yaitu 128 daerah. Sedangkan jumlah daerah dengan status Level 2 meningkat menjadi 14 daerah, dari yang sebelumnya tidak ada satupun daerah yang berada di Level 2.

Dalam pelaksanaan PPKM Luar Jawa Bali, kondisinya masih sama yaitu 385 daerah berstatus PPKM Level 1, dan hanya 1 daerah berstatus PPKM Level 2. Namun ada pergantian daerah yang berada di Level 2 yang sebelumnya adalah Kabupaten Teluk Bintuni, beralih menjadi Kabupaten Sorong.

Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dengan adanya kenaikan kasus ini karena kasus omicron varian BA.4 dan BA.5, namun tetap mengedepankan ProKes ketat sesuai yang di tetapkan, spt memakai masker di ruangan tertutup, tetap menjaga kebersihan dengan baik.
“Studi Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa puncak kasus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 sekitar 30% – 50% lebih rendah dari kasus varian omicron, disertai dengan gejala ringan”.

Dalam keterangannya, Safrizal menekankan kembali bahwa Pemerintah dengan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat, tetap optimis dapat mengendalikan laju perkembangan Covid-19. Pemerintah juga terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu salah satu ketentuan baru dalam dalam pengaturan Inmendagri Nomor 34 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PPKM Luar Jawa Bali menambahkan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru Provinsi Riau sebagai koridor keluar masuk untuk wisatawan, barang dan jasa perjalanan luar negeri.

Diharapkan Pemerintah daerah bersama dengan seluruh komponen masyarakat dan TNI/Polri harus tetap melakukan penerapan vaksinasi dosis ketiga kepada masyarakat. Penerapan Vaksinasi dosis ketiga Nasional masih dibawah 30%, dengan capaian tertinggi yaitu Provinsi DKI Jakarta dan Bali. dengan capaian vaksin booster lebih dari 50%. Ujar Syafrizal. (rahmat/Lak-tha)