NATUNA | Populinews.com -. Lima orang Menteri Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo, direncanakan akan datang ke Natuna dalam waktu dekat. Mereka yang direncanakan datang yakni, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Komunikasi dan Informatika, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

Empat pejabat kementerian diagendakan datang untuk meluncurkan Natuna Digital Island, yang digagas oleh perusahaan teknologi finansial ‘DANA’. Sedangkan Menteri KKP dalam rangka kunjungan kerja tersendiri.

Para Nelayan Natuna, keluhkan kelangkaan solar bersubsidi

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, melihat momentum tersebut sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh Natuna.

Dalam rapat koordinasi dan evaluasi dengan para kepala OPD di lingkungan Pemkab Natuna, Kamis (6/10). Rodhial meminta OPD terkait menyiapkan presentasi maupun proposal kebutuhan Natuna kepada para menteri.

Solusi Kelangkaan BBM Subsidi Untuk Nelayan Jadi Perhatian

Seperti kepada Disperindagkop UKM dan Dinas Perikanan, Rodhial meminta agar dinas tersebut memanfaatkan adanya program Kementerian Koperasi UKM, terkait penyaluran BBM Solar khusus nelayan.

Nantinya, BBM tersebut disalurkan melalui stasiun pengisian (SPBN) yang dikelola oleh koperasi nelayan.

“Ada program diluncurkan di Jawa, jadi di spot-spot kampung nelayan ada SPBN. Kalau beliau datang ke Natuna kenapa kita ga minta juga. Ayo kita minta,” tutur Rodhial.

Sekdakab natuna pimpin Rakor kelangkaan Solar subsidi untuk nelayan Natuna

“Beliau nanti kan lihat keindahan alam kita, kita minta event internasional yang bisa digelar di Natuna,” ujarnya.

Sedangkan terkait peluncuran Natuna Digital Island oleh DANA, Rodhial menilai Natuna harus bersyukur karena ditunjuk sebagai pilot project bagi daerah lain.

“Kita harus ambil peluang ini, karena sekarang di tengah ekonomi yang sulit ini, yang berkembang bisnis digital, jual beli digital. Natuna perlu bersyukur ditunjuk, kita terima dan harus sungguh-sungguh mengerjakannya,” sebutnya.

Masih kata Rodhial, di tengah kesulitan anggaran yang menerpa daerah, Bupati dan Wakil Bupati berupaya menjemput bola di tingkat pusat.

“Bupati laju jangan gerbongnya lambat. Kita bergerak sama-sama cepat. Kita sudah kejar temui menteri-menteri, siapa dinas yang bisa followup itu jadi catatan kita, dinas mana yang bisa bergerak, dinas mana yang rajin ikut ke pusat tapi tak dapat apa-apa. Kita harus kerjasama untuk gol yang sama,” tuturnya.

Menambahkan, Bupati Natuna Wan Siswandi, meminta agar seluruh dinas mendukung acara yang akan digelar di Natuna. Hal ini agar gawai tersebut memiliki gaung yang besar. (red)