LAHAT | Populinews.com – Aksi massa yang dilakukamn masayarakat Desa Padang Lengkuas Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, di kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Lahat, Senin (27/11/2023), mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Pengamanan dipimpin langsung Kapolres Lahat AKBP S. Kunto Hartono SIK. MT, yang diwakili Kabag Ops Polres Lahat, Kompol Aan Sumardi SE. MM. Sehingga aksi unjuk rasa damai ini dapat berlangsung terttib dan aman, tanpa menggagu aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Massa aksi yang jumlahnya sektiar 25 orang, diarahkan untuk tidak memasuki halaman kantor BPN. Mereka diarahkan menggelar orasi dari luar pagar.

Melalui kuasa hukumnya, warga Padang Lawas ini menuntut menuntut pihak BPN Lahat untuk menghapus HGU dan surat ukur PT. Arta Prigel, karena diduga terdapat cacat administrasi dalam penerbitan sertifikat HGU Nomor 0405-20015 (14) tanggal 29 Desember 2006 dan Surat Ukur Nomor 01/lht/2006. Sebab lahan dengan sertifikat dan surat ukur itu adalah tanah milik masyarakat.

”Kami menuntut kantor BPN Lahat untuk mengembalikan tanah kepada masyarakat adat desa Padang Lengkuas sebagaimana perintah dari BPN RI nomer 570.25.2471 perihal pengembalian tanah adat,” ujar salah seorang orator.

Para pengunjuk rasa melalui perwakilannya, akhirnya diterima oleh Kepala BPN Lahat, Joni Apendi SH. MKN, yang didampingi oleh staf serta dihadiri juga oleh Kasat Intelkam Polres Lahat. Dalam pertemuan ini, para pihak sama-sama sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan masyawarah mufakat seusuai perundang-undangan yang berlaku. (lh)