Populinews-, Natuna –  Hari ini,  Minggu tanggal 23 Mei 2021, sekira Pukul 14.30 wib telah meninggal dunia pasien suspect Covid-19. di  IGD RSUD Kab. Natuna,  pasien berjenis krlamin perempuan  Ny. A  ( 57 Tahun ) mengalami gejala  awal  sesak nafas berat.

Ny A ini bukan pasien rawat inap maupun pasien isolasi hasil tracing sebelumnya. Ny A baru masuk ruang perawatan dan baru diketahui terpapat covid-19 saat dilakukan pemerisaan awal.

” Betul  siang tadi 1 orang pasien asal Midai,  namun sudah 2 bulan berada di Ranai, masuk UGD RSUD Natuna  dengan keluhan sesak nafas, pasien ini ada riwayat gagal ginjal namun selama ini tidak mau dilakukan cuci darah, saat masuk UGD Pasien mengeluh  sesak nafas maka petugas  melaksanaka prosedur penanganan sesuai protokol kesehatan dan dilakukan  rapid test antigen, ternyata hasilnya positif,  pasien smpat dirawat beberapa saat tetapi kondisinya terus menurun hingga sekitar pukul  14.03 Wib  kondisinya  memburuk dan meninggal, untuk memastikan covid-19 atau tidak maka petugas sudah mengambil sampel untuk di test PCR dan dilakukan pemeriksaan besok untuk mengetahui hasilnya, : jelas Hikmat Aliansyah menjawab Konfirmasi media ini. Minggu (23/05) Malam.

Satgas peercepatan dan penannganan Covid-19 langung turun tangan melaksanakan tindakan sesuai protokol kesehatan terhadap Ny A.

Kapolres Natuna AKBP Ike Krisnadian, S.I.K, M.SI tampak hadir  selama prosesi pengurusan jenasah di RSUD hingga pemakaman korban di dampingi  Kabag Ops Polres Natuna AKP Muryanto, Kasat Intelkam Polres Natuna Iptu Khairul,  Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Natuna Bpk. Hikmat Alimansyah, Tim Relawan Pemakaman Covid-19 Kab. Natuna dan Perwakilan Keluarga Alm Ny A

Pada pukul 15.30 wib, pasien suspect Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia tampak dibawa menuju ruang pemulasaran jenazah RSUD Kab. Natuna, Tim Gugus Tugas Kab. Natuna melaksanakan protokol kesehatan terhadap jenazah dan penyemprotan cairan desinfektan.

Jenazah Ny A selanjutnya dibawa dengan menggunakan mobil Ambulace RSUD Kab. Natuna untuk di makamkan di TPU Jl. Hasan Ramli gg. Tok Kurma Kec. Bunguran Timur Kab. Natuna

Pemakaman dengan prosedur protokol kesehatan Covid-19 oleh Ny A oleh  Tim Relawan pemakaman Covid-19 Kab. Natuna dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Natuna Iptu Rambunsyah.

Sekertaris Satgas percepatan penanganan  Covid-19 kab Natuna Sawal SE kepada media ini menjelaskan bahwa  saat ini terjadi lonjakan penambahan suspek Covid-19 di Natuna.

”  Kondisi saat ini memnag terjadi lonjakan penambahan kasus baru, sampai dengan Sabtu, (22/05 red) kemaren jumlah total suspek kita sudah menunjukan angka ke-298 orang, dengan total 112 ynag saat ini sudah menjalani tindakan karantina terpadu di Asrama haji masjid Agung Natuna,”  Jelas Sawal SE

Dengan adanya penambahan hasil taracing sebanyak 26 orang suspek baru, pada hari Sabtu (22/05) maka kapasitas daya tamping Asrama haji sudah mendekati full.

” Kapasitas kamar inap ruang isolasi karantina terpadu di asrama haji NGU ini sekitar 130 orang pasien, saat ini sudah mencapai 112 orang dan masih ada puluhan lagi yang secara bertahap akan dijemput dari rumahnya masig-masing dan dikarantina di asrama haji, maka otomatis kondisi asrama haji natun akan full, saat ini ada beberapa kamar yang kondisinya belum siap 100 persen, karena bocor dan ketersediaan tempat tidur, Satgas  sedang mengupayakan secepatnya untuk segera bisa digunakan, selain itu Satgas juga sudah menyiapkan 1 penginapan berkapasitas 30 orang jika sewaktu-waktu kondisi asrama haji full dan terjadi peningkatan suspek,” Tambah Sawal SE.

Tidak mudah memang menyediakan tempat karantina terpadu di Natuna, sejumlah hotel, penginapan dan asrama atau mess kecamatan sudah disurvei tetapi terkendala fasilitas MCk dan ketersediaan tempat tidur, rata-rata butuh waktu lebih dari 14 hari untuk bisa digunakan, Natuna memang sagat membutuhkan tempat karantina dan runag isolasi guna mengantisipasi penambahan suspek yang terus terjadi.

Bukan saja tempat karantina yang mendesak segera dibutuhkan, tetapi sejumlah logistik kebutuhan penanganan pasien begejala maupun logistik untuk melaksanakan pelacakan kontak erat pasien Covid-19 juga  mendesak segra diantisipasi.

Nampaknya pemerintah propinsi Kepri maupun pemerintah Pusat harus segera mempertmbangkan kondisi geografis Natuna yang jauh dari kota besar dan minim akses transportasi, semdntara lonjakan penambahan kasusu terkonfirmasi Covid-19 terus mengalami lonjakan.

Jika menilik jumlah kasus penambahan baru seminggu terakhir  dan disesuaiakn dengan indikator warna zona yang ditetapkan oemerintah maka Natuna dan Anambas sudah memasuki ategori Zona Merah Zona Emergency  yang engharuskan tindakan penanganan ektra sesuai protokol kesehatan yang diatur dalam ketentuan

KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 7 TAHUN 2020 TENTANG GUGUS TUGASPERCEPATANPENANGANANCORONA VIRUSDISEASE2019 (COVID-19),

KEPUTUSANPRESIDENNOMOR9TAHUN2020TENTANGPERUBAHAN ATASKEPUTUSANPRESIDENNOMOR 7TAHUN2020TENTANGGUGUS TUGASPERCEPATANPENANGANANCORONA VIRUSDISEASE2019 (COVID-19)

KEPUTUSANPRESIDENNOMOR11TAHUN2020TENTANGPENETAPAN KEDARURATAN KESEHATAN MASYARAKAT CORONA VIRUS DISEASE8. (red)

 

Bagikan :