Kasus 1 Keluarga Dibunuh di Muba, Ada Bukti Barang Hilang
PALEMBANG | Populinews.com – Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo, SH, SIK, mengatakan hasil olah TKP pada kasus pembunuhan satu keluarga di Musi Banyuasin, menemukan bukti ada barang berharga milik korban yang hilang. Sehingga hal ini mengindikasikan adanya dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
Melansir situs sumeks.id, Ditreskrimum Polda Sumsel saat ini tengah bekerjasama dengan Laboratorium forensik (Labfor) Polda Sumsel dan Satreskrim Polres Muba, memburu terduga pelaku yang hingga kini belum tertangkap.
“Kalau melihat dari TKP ditemukan adanya beberapa barang milik korban yang hilang ini ini pencurian dengan kekerasan. Tapi, saat ini tim gabungan telah diturunkan untuk memburu terduga pelaku dan memeriksa para saksi,” ungkap Kombes Anawar.
Dikatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan sekaligus mendalami motif sesungguhnya dari tindak curas yang mengakibatkan empat orang yang masih ada hubungan keluarga ini tewas mengenaskan.
“Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan, masih dilakukan pendalaman apa nanti perkembangannya bakal kami sampaikan kemudian,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Dusun Bagan, RT 02, Desa Lumpatan 1, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, jadi korban pembunuhan. Diduga dirampok, karena korban baru jual tanah. Keempat jenazah itu ditemukan Rabu, 20 Desember 2023, sekitar pukul 14.00 WIB.
Masing-masing, Masturo (70) dan anaknya, Heri (50). Serta kedua anak Heri, Marsel (12), dan Aurel (5). Jenazah Heri ditemukan kondisi tangan terikat dalam rumah dengan tubuhnya penuh luka. Jenazah Masturo juga dalam rumah, juga tubuh penuh luka dan tangan kanan nyaris putus.
Sedangkan jenazah Auriel, ditemukan dalam septictank belakang rumah. Sementara Marsel jenazahnya ditemukan sekitar 50 meter di semak-semak sekitar rumah berupa pondok. Tubuhnya juga penuh luka.
Kondisi keempat jenazah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Diduga sudah meninggal dunia sejak beberapa hari yang lalu, sebelum ditemukan kemarin. (red)
