PALEMBANG | Populinews.com – PT Pusri Palembang, Senin (30/12/2024) malam mengakhiri proses pengantongan pupuk untuk produksi tahun 2024. BUMN ini juga menorehkan prestasi gemilang, berhasil melampaui target produksi sekaligus mengukuhkan posisi Pusri sebagai pilar Utama penjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan produksi urea mencapai 1.682.736 ton, NPK sebesar 326.119 ton, dan amonia 1.167.336 ton, Pusri berhasil meningkatkan produksi dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan produksi ini berdampak langsung pada ketersediaan pupuk bagi petani di seluruh Indonesia. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini,” ujar Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob kepada media,

Namun, lanjut Daconi, capaian itu tidak akan membuat Pusri berpuas diri, melainkan akan terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang semakin meningkat.

Salah satu inovasi yang dilakukan Pusri adalah pengembangan pupuk NPK formula khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman tertentu.

Selain itu, Pusri juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi.

Melihat ke depan, Pusri akan menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan persaingan bisnis yang semakin ketat.

Sebagai anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) Pusri menandai berakhirnya masa produksi tahun 2024 melaksanakan Pengantongan dan Trucking Akhir Tahun 2024 serta Perdana Tahun 2025 yang berlangsung di area pabrik PT Pusri

Pengantongan pupuk terakhir Tahun 2024 dan Perdana Tahun 2025 dilanjutkan dengan penandatanganan simbolis pada kemasan karung pupuk oleh Komisaris dan jajaran Direksi Pusri.

Ini komitmen Pusri untuk tetap menjaga kelancaran pasokan pupuk ke seluruh wilayah rayon tanggung jawab Pusri dalam penyaluran pupuk, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan operasional dan produktivitas perusahaan.

Sebagai produsen urea, Pusri memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pertanian di Indonesia, terutama dalam memenuhi kebutuhan pupuk di tingkat nasional.

Realisasi penjualan pupuk subsidi berhasil terlaksana dengan baik dengan capaian sebesar 1.671.083 ton atau 100% dari target RKAP.

Serta capaian penjualan pupuk non subsidi yaitu 507.114 ton atau 115% dari target RKAP. Serta ammonia sebesar 115.541 ton atau 115 % dari target RKAP.

Terkait capaian produksi, selama Tahun 2024 capaian produksi urea sebesar 1.682.736 ton, produksi NPK sebesar 326.119 ton dan amonia sebesar 1.167.336 ton.

Menyambut tahun 2025, Dirut Pusri menekankan bahwa Pusri sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap kualitas dan keberlanjutan.

“Kami akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan yang ada, dan juga fokus pada efisiensi operasional dan peningkatan kualitas produk agar dapat terus memenuhi permintaan pasar dan mendukung sektor pertanian nasional,” terang Daconi.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap keberlanjutan dan inovasi, PT Pusri juga akan terus berupaya menjaga hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan.

Teramsuk memastikan operasional perusahaan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Seluruh insan Pusri diharapkan terus semangat dalam memberikan yang terbaik bagi perusahaan melalui inovasi, kolaborasi dan mewujudkan Visi dan Misi perusahaan serta tercapainya kemandirian pangan dan kemakmuran negeri,” tutup Daconi. (dm)

 

Bagikan :