PALI | Populinews.com – Medco E & P Indonesia (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, menyebutkan kebocoran pipa distribusi minyak mentah, yang berujung kebakaran dan pencamaran sungai, akibat aksi vandalisme oleh oknum yang berusaha mencuri minyak mentah tersebut untuk kepentingan pribadi.

Dugaan tersebut dikatakan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto, setelah menerima laporan tim Medco E&P, yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan sekaligus membersihkan ceceran minyak mentah di sekitar pipa yang bocor.

”Ada upaya oknum yang tidak bertanggungjawab, ingin memanfaatkan aliran minyak mentah dengan cara mengesek (memotong-red) pipa tersebut. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan dan lingkungan sekitar,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/1/2025).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kebocoran pipa distribusi yang berada di area di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ini menyebabkan minyak mengalir ke Sungai Pete Lantak yang bermuara ke Sungai Dua, sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Tak lama kemudian terjadi kebakaran, di mana api menjalar di sepanjang sungai, yang letaknya di area perbatasan PALI dan Musi Banyuasin.

Sudah Dibersihkan

Kepala SKK MIgas Sumbagsel juga mengapresiasi kesigapan tim Medco E&P yang telah melakukan pembersihan secara cepat dan sesuai dengan prosedur keselamatan, kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL).

“Kami sangat berharap dukungan dan peran semua pihak untuk keberlangsungan dan kelancaran operasional hulu migas. Mudah-mudahan tindakan oknum tak bertanggung jawab yang merugikan negara, merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat seperti ini tidak terjadi lagi kedepannya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, aktivitas pembersihan dilakukan setelah tim teknis perusahaan berhasil menangani dua titik kebocoran pipa di KM 22 & KM 22+500, Selasa (21/01/2025)

Terkait aktivitas pembersihan, Medco E&P berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin untuk memastikan penanganan sesuai standar K3LL. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan Polsek Penukal Utara PALI, Polres Muba dan Kodim Muara Enim serta pemerintah setempat.

Senior Manager Communication Medco E&P, Leony Lervyn, juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memabntu penanganann atas kejadian ini.

.“Terima kasih atas dukungan semua pihak, semoga aktivitas pembersihan dapat segera diselesaikan. Kami berharap tindakan penggesekan terhadap pipa minyak yang merupakan aset objek vital nasional ini tak terulang lagi, karena dapat mengganggu pasokan energi untuk masyarakat dan merugikan negara,’’ ujarnya.

Kasus vandalisme ini juga mendapat perhatian serius dari Polres PALI, yang saat ini sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti dan keterangan dari sejumlah saksi mata.

”Proses hukum harus ditegakkan guna memberi efek jera bagi pelaku yang telah melakukan penggesekan pipa minyak sebagai obyek vital ini,” tegasnya. (dm/gus)

Bagikan :