Jembatan Gantung Garuda Klilin-Gentan Sudah 80% Rampung, Program Presiden Bantu Aktivitas Warga Lebih Efisien
WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah pusat melalui Program Jembatan Garuda merealisasikan pembangunan jembatan gantung di wilayah Kabupaten Wonosobo sebagai bagian dari program Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 300 ribu jembatan di desa terpencil di seluruh Indonesia.
Jembatan tersebut melintang diatas sungai begaluh yang memiliki panjang 90 meter dengan lebar 120 cm dan menggunakan alas kayu yang akan menghubungkan Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Gentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar.
Warga menyambut antusias program tersebut, mengingat sebelumnya mereka harus menempuh perjalanan memutar yang cukup jauh atau menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
Kepala Desa Sindupaten, Kukuh Zubaidi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terealisasinya program pembangunan jembatan tersebut, khususnya kepada pihak-pihak yang telah mengupayakan pembangunan Jembatan Garuda.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini nantinya akan membuat perjalanan warga menjadi lebih efisien karena tidak lagi harus memutar jauh maupun menyeberangi sungai, sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan lancar.
“Apabila jembatan ini nanti sudah bisa digunakan tentu efisiensi perjalanan menjadi sekitar berkurang lima sampai empat kilo,” terangnya saat diwawancarai di lokasi pembangunan, Minggu (11/1/2025).
Proyek ini digarap oleh Kodim 0707 yang dikerahkan setiap harinya 8 orang dan didukung teknisi jembatan gantung dari Vertical Rescue Indonesia (VRI), serta melibatkan partisipasi aktif warga setempat.

Relawan VRI, Ilham, menjelaskan bahwa hingga saat ini progres pembangunan Jembatan Garuda tersebut telah mencapai sekitar 75–80 persen. Untuk mencapai tahapan tersebut, pengerjaan memakan waktu kurang lebih dua minggu.
“Pembangunan yang sekarang berlangsung sudah memasuki sekitar 75 sampai 80 persen dan sudah memakan waktu kurang lebih hampir 2 mingguan,” ujarnya.
Ia menyebut jembatan yang dibangun merupakan jembatan perintis jenis gantung dengan spesifikasi keselamatan tertentu.
“Jembatan ini dapat digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua, dengan ketentuan maksimal tiga orang melintas secara bergantian dan tidak membawa beban berlebih guna menjaga keamanan pengguna,” ungkapnya.
Dalam proses pembangunan, ilham menyebut kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca, khususnya hujan yang kerap turun dari siang hingga sore hari. Kondisi tersebut sempat menghambat pengerjaan di lapangan.
Meski demikian, pembangunan tetap dilanjutkan hingga mendekati tahap akhir. Diharapkan, keberadaan jembatan tersebut dapat mempermudah akses masyarakat, mempercepat waktu tempuh ke sekolah dan tempat kerja, serta mendukung aktivitas ekonomi dan ketahanan pangan warga desa.
(syasya)

