PALEMBANG | Populinews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berhasil memfasilitasi pemulangan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumsel yang sempat terlantar dan menjadi korban penipuan kerja di Kamboja. Pemulangan ini dilakukan menyusul viralnya video permohonan bantuan para korban di media sosial.

Upaya pemulangan Warga Sumatera Selatan yang terjebak di Kamboja ini, sudah menjadi perhatian Gubernur Sumsel Herman Deru sejak sebulan lalu. Saat mendengar kabar tersebut, Gubernur langsung memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumsel untuk berkoordinasi dengan Polda Sumsel dan pihak KBRI di Phnom Penh, Kamboja.

Herman Deru menjelaskan ia mengetahui kisah para WNI yang terjebak di Kamboja ini setelah diberitahu putrinya, sehingga membuat bathinnya terpanggil untuk memulangkan mereka kembali. Bahkan gubernur juga sempat menerima kabar adanya kasus kekerasan sampai ada yang meninggal dunia.

“Saya sempat bertanya-tanya, kenapa bisa sampai terdampar di Kamboja, apakah sengaja atau tertipu,” kata Herman Deru, ketika menerima kepulangan WNI asal Sumsel tersebut, di Auditorium Graha Bina Praja, Senin (30/3/26).

Namun satu hal penting, yang didapatkan oleh gubernur, bahwa kepergian WNI Asal Sumsel ini, karena mereka iengin mencari nafkah. Namun, tetipu oleh oknum yang mengaku dari perusahaan penyalur tenaga kerja.

”Para korban terjebak dalam praktik penipuan kerja ilegal (online scam) dan mengalami kesulitan kembali karena dokumen ditahan,” tandas Herman Deru.

Berkat koordinasi dengan Kedutaan Indoensia di Phnom Penh, Kelompok tersebut dapat dipulangkan secara bertahap dengan pendampingan intensif, sebagian besar dipulangkan pada 29 Maret 2026.

Pemprov Sumsel melalui dinas terkait, termasuk bantuan Bank Sumsel Babel, menanggung semua biaya kepulangan dan memberikan pendampingan intensif hingga mereka kembali ke daerah asal. (dm/hms)

Bagikan :