Sri Meliyana Bursah Hadiri Rakon PKK dan Rakerda Dekranasda Provinsi Sumsel
PALEMBANG | Populinews.com — Ketua TP-PKK Kabupaten Lahat yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Lahat, Ir. Hj. Sri Meliyana Bursah menghadiri Rapat Konsultasi (Rakon) PKK dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aryaduta Palembang pada Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar organisasi perempuan serta mendorong peningkatan peran PKK dan Dekranasda dalam pemberdayaan keluarga dan pengembangan ekonomi kreatif daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Lahat menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan semangat dan harapan baru, khususnya bagi Kabupaten Lahat dalam mengembangkan potensi lokal.
“Dengan adanya pemahaman dan inspirasi yang kita peroleh, saya optimis bahwa ke depan Lahat akan mampu melahirkan batik khasnya sendiri—batik yang mencerminkan karakter, budaya, dan kekayaan alam daerah kita. Ini bukan hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga tentang membangun kebanggaan dan memperkuat jati diri daerah”, ujarnya.
Lebih lanjut, beliau berharap langkah awal yang baik ini dapat terus ditindaklanjuti dengan kerja nyata, kolaborasi, dan semangat untuk melestarikan serta mengembangkan warisan budaya Kab. Lahat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan yang juga Ketua Dekranasda Provinsi, Hj. Febrita Lustia Herman Deru (Feby Deru) dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat peran PKK dalam pembangunan.
“Dirgahayu TP PKK ke-54. Mari kita kuatkan implementasi 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan keluarga. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita laksanakan Astacita demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, mandiri, dan sejahtera.” ungkapnya.
Gubernur Sumatera Selatan dalam arahannya juga menekankan pentingnya kolaborasi antar organisasi perempuan dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan kembali pentingnya menjalin kerja sama yang harmonis antar organisasi wanita. Setiap organisasi memiliki peran, potensi, dan kontribusi yang berbeda, namun saling melengkapi. Oleh karena itu, tidak ada satu pun mitra yang tidak bermanfaat,” ujarnya. (lh/kom)

