Jelang PEPARDA VII Jabar 2026, DPRD Kabupaten Bandung Bahas Pembinaan Atlet Disabilitas
BANDUNG | Populinews.com — Persiapan atlet disabilitas Kabupaten Bandung menuju Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) VII Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 menjadi salah satu agenda yang dibahas DPRD Kabupaten Bandung bersama National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bandung.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam kunjungan jajaran pengurus NPCI Kabupaten Bandung ke DPRD Kabupaten Bandung pada 18 Agustus 2026.
Rombongan diterima Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H. Pertemuan itu turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bandung Yayat Sumirat, S.H., dan Sekretaris DPRD Kabupaten Bandung H. Yosep Nugraha, S.H., M.I.P.
Pertemuan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara DPRD dan NPCI Kabupaten Bandung, terutama dalam pengembangan olahraga bagi atlet disabilitas.
Persiapan kontingen Kabupaten Bandung untuk menghadapi PEPARDA VII Jawa Barat 2026 menjadi salah satu pembahasan utama. Selain itu, dibahas pula pemetaan potensi atlet, peningkatan kualitas pembinaan, serta kebutuhan sarana dan prasarana olahraga paralimpik.
Aspek anggaran turut menjadi perhatian. Dukungan yang optimal dinilai penting untuk menunjang persiapan atlet disabilitas Kabupaten Bandung agar dapat mengikuti kompetisi secara maksimal.
Dukungan tersebut diharapkan membantu para atlet bersaing di tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Bandung melalui prestasi olahraga.
Pembahasan antara DPRD dan NPCI tidak hanya berkaitan dengan target prestasi. Nilai inklusivitas juga menjadi bagian dari perhatian dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan diharapkan memberikan ruang dan kesempatan yang setara kepada atlet disabilitas untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.
Atlet disabilitas beserta prestasinya dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan olahraga di Kabupaten Bandung. Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan dari berbagai pihak, potensi atlet paralimpik di daerah tersebut diharapkan terus berkembang.
Kunjungan NPCI Kabupaten Bandung ke DPRD juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga legislatif, organisasi olahraga disabilitas, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Kabupaten Bandung diharapkan tidak hanya mampu melahirkan atlet paralimpik berprestasi, tetapi juga terus berkembang sebagai daerah yang inklusif, ramah disabilitas, dan memberikan kesempatan setara bagi masyarakat untuk berkarya serta berprestasi.
