Keamanan Laut Natuna Normal, Rumpon Bendera Vietnam Tak Ada Lagi

144 views

Bupati Natuna Wan Siswandi

Citra satelit tunjukan Aktifitas KIA dei Bulan mei 2021 di laut Natuna

Populinews Natuna– Bupati Natuna Wa n Siswandi  mendapatkan kabar bahwa pihak terkait dalam hal ini TNI AL dan Bakamla beserta KKP telah mengambil tindakan pengamanan di Laut Natuna,

” Alhamdulilah kita dapat kabar bahwa pihak jajaran TNI AL sudah siagakan dan kirim Kapal Perang  ( KRI-red)  untuk amankan Laut Natuna, pihak Pemerintah Pusat juga sudah mengecek Kondisi dilapanagn dan Laut Natuna, masih aman hingga saat ii untuk aktifitas Nelayan Natuna., Tetapim tentu nelayan harus waspada dengan kondisi cuaca dan ombak besar yang bisa sewaktu-waktu terjadi, Pastikan selalu mengtikuti himbauan cuaca dari  BMKG  ” Jelas Bupati Natuna Wan Siswandi  menajawab konfirmasi media ini.

Diperoleh kabar,  Dalam rilis yang diterima media ini , Menyikapi pemberitaan dan adanya video yang dipublikasikan masyarakat di media sosial mengenai adanya pemasangan bendera Vietnam di atas rumpon nelayan Indonesia di laut Natuna Utara,pada awal Juni 2021 lalu, TNI Angkatan Laut langsung memerintahkan kepada Kapal Perang TNI AL, KRI Usman Harun untuk langsung mengecek ke lokasi, yang berada di perairan Indoensia tersebut.

Panglima Komando Armada I Laksamana Madya TNI Abdul Rasyid K melalui Kepala bagian Penerangan Komando Armada 1 (Koarmada 1 ) Letnan Kolonel Laut (P) Laode Holib pada saat KRI tiba di titik lokasi pemasangan bendera Vietnam itu, sudah tidak ditemukan adanya bendera negara tersebut .

Letkol Laut (P) Laode Holib mengatakan bahwa pihak TNI AL juga tidak mengetahui siapa yang telah mencabut dan memasang bendera Vietnam di perairan Natuna Utara yang masih masuk dalam Landas Kontinen Indonesia tersebut.

” Kita tidak tahu siapa yang mencabut, tapi berdasarkan laporan dari KRI Usman Harun yang melakukan patroli diperairan Natuna Utara kemarin, Kamis (10/6/2021) sudah tidak ada ditemui benderas Vietnam disana, ” kata Letkol Laut (P) Laode Holib melalui sambungan telepon, Jum’at (11/6/2021 

Sementara itu pengawasan laut Natuna Utara tetap dilaksanakan oleh TNI AL dengan menggunakan 4 KRI dibawah komando Guspurla Koarmada 1. Adapun KRI yang bertugas itu antara lain adalah KRI Tengku Umar, KRI Usman Harun, KRI Sultan Thaha Syaifudin dan KRI Sutanto.

Berdasarkan laporan dari KRI yang sedang melaksanakan operasi di laut Natuna Utara , bahwa saat ini terlihat sepi dari aktivitas illegal fishing yang dilakukan oleh Kapal Ikan Asing (KIA).

” Ya kalau pengawasan tetap dilakukan dan tidak ada penambahan KRI, masih tetap 4 KRi dibawah Kendali operasi (BKO) Guspurla Koarmada 1,tapi belum ada lagi laporan adanya aktivitas pencurian ikan oleh KIA, ” tambah Laode Holib.

Dalam upaya pengawasan dan pengamanan Laut Natuna Utara, TNI Angkatan Laut berkoordinasi dengan satuan lainnya yakni Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) dan Bakamla RI, yang keduanya juga aktif melakukan operasi dan patroli di perairan Natuna.

Sejauh ini aktivitas pencurian ikan di Laut Natuna Utara yang dilakukan oleh Kapal Ikan Asing, kebanyakan berasal dari Vietnam. berdasarkan rilis dari media Kompas, terakhir kapal pengawas perikanan milik PSDKP berhasil menangkap 6 KIA Vietnam pada pertengahan bulan Mei lalu dan dibawa ke Satker PSDKP Pontianak Kalimantan Barat. Sebelumnya KN. Pulau Dana juga berhasil menangkap 2 KIA Vietnam yang tengah melakukan aktivitas pencurian ikan di laut Natuna Utara, dan kedua KIA itu kemudian di bawa ke Batam untuk diproses lebih lanjut.

*keterangan Video : Video KAPAL ikan Asing (Vietnam) yang berhasil direkam nelayan Natuna saat Qkedapatan melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara

PSDKP Batam Deteksi Rumpon Asing di Laut Natuna


Salman Mokoginta, Kepala Pangkalan PSDKP Kota Batam mengatakan, sedang mempersiapkan operasi rumpon di Natuna Udara. “Kita sedang persiapkan gelar operasi itu, seperti dilakukan PSDKP di Sulawesi. Kita akan angkat dan putuskan itu rumpon semua,” katanya, saat dihubungi, Selasa, 3 November 2020.

PSDKP, katanya, sudah menemukan sekitar 10 titik rumpon Vietnam yang terpasang di perairan Natuna Utara. “Ini penemuan perdana rumpon di laut Natuna, biasa hanya pencurian ikan dengan kapal.”

Selama ini, PSDKP selalu melakukan airborne surveillance. Melalui kegiatan ini, katanya, juga ditemukan beberapa titik rumpon di Natuna Utara. “Terkait rumpon ini sudah sejak kapan, kita belum tau, nanti setelah operasi baru ketahuan berdasarkan kondisi tali yang dipasang, kalau sudah ada tumbuhan laut berarti sudah lama,” katanya.

Salman bilang, pemasangan rumpon bukanlah bukti asing makin berani, karena mereka selalu patroli rutin. Dia duga ada jenis ikan lain yang dicari nelayan asing. “Baru tiga hari lalu kita usir kapal Vietnam menangkap ikan di sana, walaupun dijaga coast guard mereka, kami tidak peduli.”

Pemasangan rumpon, katanya, kemungkinan menandakan ada ikan pelagis, tak hanya ada ikan demersal yang biasa ditangkap pakai trawl.

“Kemungkinan dominan itu rumpon dari Vietnam, kalau dari Thailand tidak bisa lagi masuk Natuna, mereka pindah wilayah lain,” katanya.

Kolonel Bakamla Hadi Pranoto, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat mengatakan, belum menerima laporan terkait rumpon berbendera Vietnam. Dia klaim, mereka selalu patroli di laut Natuna. “Patroli kita jalankan terus, sudah menangkap dua kapal baru-baru ini,” katanya saat dijumpai di Gedung Daerah Tanjungpinang, 2 November lalu.

Arif Fadilah, Sekretaris Daerah Kepulauan Riau juga belum menerima laporan soal rumpon ini. Mereka, katanya, terus mendukung dalam menjaga laut Natuna. “Kita yakin masyarakat tidak kuat berhadapan dengan mereka,” katanya.

Arif mengatakan, kalau nelayan menemukan hal mencurigakan sila melapor ke aparat keamanan, atau dinas terkait.  

IOJI Mendata Aktifitas KIA Ramai di Laut Natuna Utara pada bulan Mei 2021

Indonesian Society for Sustainable and Equitable Ocean Initiative atau Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) adalah lembaga think tank independen Indonesia yang didirikan untuk melakukan advokasi kebijakan di tingkat nasional, regional dan internasional untuk mendukung tata kelola kelautan yang baik dan tata kelola kelautan yang berkelanjutan dengan berbasis bukti.

IOJI didirikan pada tanggal 24 Januari 2020 dalam bentuk perkumpulan dan memperoleh status badan hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan SK No. AHU0001022.AH.01.07, 4 Februari 2020

Analisis IOJ ini mengamati kegiatan kapal ikan asing pelaku IUU Fishing1 di Laut Natuna pada bulan Mei 2021 berdasarkan data AIS (Automatic Identification System)2 dan Citra Satelit3. Dugaan kuat kapal-kapal tersebut adalah kapal ikan Vietnam, dapat diamati pada data AIS 3 digit prefiks nomor MMSI 574 yang merupakan prefiks MMSI negara Vietnam. Untuk memperkuat analisis berdasarkan AIS, IOJI melakukan analisis yang sama berdasarkan Citra Satelit untuk mendeteksi kapal Vietnam yang tidak menggunakan AIS di zona identifikasi kapal Vietnam yang terdeteksi berdasarkan AIS. Analisis ini mengindikasikan bahwa kapal ikan Vietnam yang tidak menggunakan AIS jumlahnya lebih banyak dibandingkan kapal yang menggunakan AIS. Analisis kapal ikan asing berdasarkan AIS dan Citra Satelit menunjukkan pusat pencurian ikan berada di zona utara Laut Natuna Utara.

Analisis Berdasarkan AIS

Pada Tabel tersebut berisi daftar 24 kapal Vietnam berdasarkan AIS saat kapal tersebut diduga kuat melakukan illegal fishing di wilayah ZEE Indonesia di zona utara Laut Natuna Utara selama bulan Mei 2021. Data AIS kapal-kapal tersebut memiliki informasi jenis kapal AIS Fishing dan Unspecified. (red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

D

Bagikan :

Posting Terkait