Ka Dinkes Provisi Sumatera Selatan, dr. Lesty Nuraini. (f/ist)

PALEMBANG | Populinews.com — Dinas Kesehatan Sumatera Selatan terus mengupayakan ketersediaan stok vaksin untuk dikirim ke seluruh Kabupaten/Kota yang masih terhambat dalam mengejar target capaian vaksinasi 70%, hingga akhir Oktober 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan pihaknya telah minta tambahan ke Kementerian Kesehatan, agar percepatan vaksinasi di semua daerah bisa dilakukan. Total vaksin yang masuk ke provinsi ini baru sekitar 2,11 juta dosis. ”Untuk Sumsel hingga akhir tahun 2021 ditargetkan 6,4 juta jiwa sudah divaksin,” ujarnya di Palembang, Selasa (16/11/2021).

Lesty mengungkapkan saat ini, ada enam kabupaten/kota yang telah mencapai di atas 50 persen untuk dosis pertama, yakni Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Prabumulih, Kota Pagaralam, dan Kota Lubuklinggau.

Sedangkan daerah yang realisasi vaksinasi dosis satu masih rendah atau di bawah 40 persen, adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Banyuasin. Yang sudah mencapai di atas 70% baru kota Palembang saja.

Lasty juga mengatakan sesungguhnya kemampuan vaksinator di provinsi ini untuk melayani penyuntikan vaksin COVID-19 cukup tinggi, dalam sehari bisa melayani hingga 77 ribu orang. Namun karena keterbatasan jumlah vaksin yang harus dibagi ke setiap daerah, kemampuan vaksinator tersebut menjadi tidak termanfaatkan secara maksimal.

”Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tambahan lagi stok vaksin sesuai yang kita minta. Dengan begitu mudah-mudahan pemerintah kabupaten dan kota yang belum mencapai target dapat lebih gencar melakukan vaksinasi,” ujar Lesty, sembari mengatakan mengatakan saat ini ketersediaan vaksin masih ada, namun jumlahnya terbatas.

Lesty juga menyebutkan meski dalam keterbatasan, namun upaya percepatan terus dilakukan dengan cara jemput bola. Terutama dalam menyikapi dimulainya kegiatan sekolah pembelajaran tatap muka (PTM) sejak 6 September 2021 lalu.

Karena itu pula skala prioritas pelayanan vaksinasi COVID-19 diarahkan ke pelajar usia 12-18 tahun, tanpa mengesampingkan pelayanan kepada masyarakat umum. “Sekarang ini kami berupaya mempercepat pelayanan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar untuk mendukung kegiatan sekolah tatap muka,” ujarnya.

Berdasarkan data, vaksinasi dosis pertama bagi pelajar mencapai 3,16 persen atau 26.794 orang, sedangkan dosis kedua sekitar 2,31 persen atau 19.536 orang,.

Melihat masih sedikitnya pelajar yang telah divaksin, berbagai upaya percepatan vaksinasi COVID-19 akan dilakukan, sehingga bisa segera tercapai kekebalan kelompok (herd immunity) secara maksimal di lingkungan sekolah.

Untuk melakukan vaksinasi COVID-19 bagi pelajar, pihaknya bersama Dinkes di 17 kabupaten dan kota di Sumsel menyiapkan 3.300 vaksinator.

Pelayanan vaksinasi bagi pelajar itu dilakukan secara massal di sekolah dan 459 fasilitas kesehatan (faskes) yang tersebar di seluruh wilayah provinsi Sumsel. Slain itu, juga dilakukan di sentra vaksinasi berbagai komunitas dan organisasi yang mendapatkan kuota vaksin COVID-19.

Dia menjelaskan secara keseluruhan vaksinasi di Sumsel telah mencapai 21 persen untuk dosis pertama dan 13 persen untuk dosis kedua, sedangkan vaksin dosis ketiga atau ‘booster’ khusus tenaga kesehatan mencapai sekitar 55 persen.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, vaksinasi tidak serta merta dapat mencegah penularan virus corona melainkan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. “Prokes harus diterapkan dan menjadi kebiasaan, jangan sampai lengah dan kendor,” imbaunya. (dm)

Penulis: Dahri Maulana

 

Bagikan :