Pemotongan gaji menjadi salah satu komponen yang dapat mengurangi penghasilan karyawan. Meskipun sudah menjadi ketetapan rutin, tak pelak pemotongan gaji sanggup mengacaukan kesehatan finansial. Terlebih bagi karyawan yang belum mempunyai perencanaan keuangan yang baik. Sehingga penting sekali untuk mencari cara jitu menyiasati pemotongan gaji ini.

7 Komponen Pemotongan Gaji

Lalu, apa sajakah yang menjadi komponen pemotongan gaji karyawan?

  1. Pajak

Pajak merupakan komponen potongan wajib, sebagai tanda keikutsertaan karyawan dalam pembangunan bangsa. Prosentase pajak ini dihitung berdasarkan besaran gaji karyawan setiap bulannya.

  1. BPJS

BPJS merupakan potongan gaji yang berfungsi menyejahterakan kehidupan karyawan. BPJS ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai perlindungan bagi karyawan yang sakit, dan juga kesejahteraan di masa tua.

  1. Denda

Denda adalah potongan gaji saat karyawan melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan. Biasanya perusahaan membebankan kerugian tersebut dengan cara mengangsur melalui potongan gaji.

  1. Pinjaman

Pinjaman ini adalah fasilitas perusahaan bagi karyawan yang membutuhkan dana untuk suatu keperluan. Seperti misalnya biaya pernikahan. Dimana biasanya karyawan mengangsur dari potongan gaji setiap bulannya.

  1. Koperasi

Ada pula potongan gaji berupa iuran koperasi, dikarenakan karyawan sudah terdaftar sebagai anggota, sehingga wajib untuk membayar iuran setiap gajian.

  1. Ketidakhadiran

Saat karyawan tidak masuk bekerja, maka kompensasi yang harus diterima adalah pemotongan gaji dari komponen uang makan dan transport.

  1. Kondisi tertentu

Pemotongan gaji karena kondisi tertentu atau luar biasa seperti yang terjadi sekarang ini. Dimana terjadi pandemi, yang mengharuskan karyawan bekerja dari rumah.

6 Cara Jitu Menyiasati Pemotongan Gaji

Potongan gaji ada kalanya sanggup membuat kondisi finansial karyawan kurang baik. Terlebih jika karyawan tersebut tidak memiliki persiapan dan ilmu yang cukup, tentang bagaimana menyiasati pemotongan gaji ini. Lantas bagaimana cara menyikapi hal ini?

  1. Tentukan Prioritas Pengeluaran

Pertama harus melakukan pencatatan pengeluaran, serta tentukan mana yang menjadi prioritas. Seperti membayar hutang kredit online, dan juga pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

  1. Mencari Penghasilan Tambahan

Ketika seorang karyawan hanya mengandalkan gaji untuk memenuhi kebutuhan, maka bisa jadi kondisi keuangannya akan semakin kurang sehat. Sehingga penting untuk mencari penghasilan tambahan, agar perlahan bisa digunakan untuk membayar beberapa keperluan.

  1. Berhemat

Sudah pasti harus melakukan penghematan, agar permasalahan pemotongan gaji tetap disikapi dengan baik. Dalam arti berhemat dari membeli barang yang hanya sekedar keinginan dan bukan kebutuhan.

  1. Menabung Dan Berinvestasi

Menabung dan berinvestasi hendaknya juga termasuk dalam perencanaan keuangan, meskipun mengalami pemotongan gaji. Sebab tabungan dan investasi ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup di masa depan.

  1. Dana Darurat

Dana darurat untuk keperluan tak terduga tetap harus dialokasikan. Tujuannya tak lain agar ketika terjadi satu hal di luar dugaan, dana darurat ini dapat berfungsi untuk mengantisipasinya, sehingga tidak mengganggu pos pengeluaran rutin.

  1. Alternatif Bantuan

Jika terdapat satu pengeluaran penting yang tak bisa ditunda, maka mencari alternatif bantuan berupa pinjaman uang dapat menjadi solusinya. Terlebih saat ini banyak sekali aplikasi pinjam uang, yang memberikan kemudahan saat membutuhkan dana untuk kepentingan mendesak.

Banyaknya aplikasi pinjam uang, membuat siapapun harus jeli dalam memilih mana yang terbaik. Seperti halnya dengan Tunaiku. Aplikasi pinjaman terbaik yang dapat membantu mengatasi persoalan kekurangan dana saat dibutuhkan.

Mengapa harus memilih Tunaiku? Sebab Tunaiku merupakan aplikasi yang memberikan kemudahan dalam peminjaman dana. Cukup dengan persyaratan kartu identitas, pinjaman dana yang diberikan bisa mencapai nominal dua puluh juta rupiah.

Lantas, apalagi yang menjadi kelebihan Tunaiku ini? Selain kemudahan dan langkah praktis dalam pengajuan, pinjaman yang diberikan pun terhitung besar, dan dapat diangsur hingga dua puluh tahun lamanya. Sehingga meringankan peminjam dalam mengangsurnya.

Mengajukan pinjaman dana di aplikasi Tunaiku juga dijamin aman dan transparan. Hal ini dikarenakan Tunaiku adalah produk pinjaman online dari PT Bank Amar Indonesia Tbk, salah satu bank konvensional yang telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, bagi yang ingin mendapatkan solusi mengatasi persoalan keuangan, pastikan Tunaiku yang menjadi pilihan. (*)