TANJUNGPINANG | Populinews.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang memulai rangkaian kegiatan Pembinaan Statistik Sektoral yang dilaksanakan selama empat hari berturut-turut, dimulai hari ini hingga tanggal 24/10/2024 di 4 Kecamatan Kota Tanjungpinang.

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, Kecamatan Tanjungpinang Kota mendapatkan giliran pertama untuk mendapatkan pembinaan oleh BPS. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tanjungpinang Kota.

Acara pembinaan ini dibuka Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Raja Muhammad Ruslan mewakili Camat Tanjungpinang Kota. Dalam sambutannya, Ruslan menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPS Kota Tanjungpinang yang aktif melakukan pembinaan statistik sektoral hingga ke tingkat kelurahan.

“Kegiatan ini sangat penting dalam mendukung terciptanya tata kelola data yang lebih baik di kelurahan-kelurahan. Dengan adanya pembinaan seperti ini, kami berharap dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ini sangat penting, terutama untuk mendukung perencanaan pembangunan di setiap kelurahan dan kecamatan di Kota Tanjungpinang,” ujar Ruslan.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Tanjungpinang, Ririn Noviana menyatakan bahwa Forum SDI terdiri dari Diskominfo sebagai walidata, BPS sebagai pembina data, Bapelitbang sebagai sekretariat.

Ririn menekankan komitmen Diskominfo sebagai walidata dalam membantu BPS Kota Tanjungpinang untuk melaksanakan pembinaan statistik sektoral hingga ke tingkat kelurahan.

“Diskominfo Kota Tanjungpinang berkomitmen penuh untuk mendukung kegiatan ini. Kami berharap melalui pembinaan ini, seluruh kelurahan di Kota Tanjungpinang dapat memenuhi standar penyajian data yang sama, sehingga tidak ada lagi perbedaan dalam layanan antar kelurahan.

Data yang akurat dan seragam akan memastikan seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang mendapatkan informasi yang setara dan dapat diakses dengan mudah,” jelas Ririn.

Lebih lanjut, Ririn juga berharap agar seluruh peserta yang hadir dapat mengikuti kegiatan dengan antusias. “Kami mengharapkan partisipasi penuh dari bapak/ibu yang hadir.

Seraplah ilmu yang diberikan oleh para narasumber sehingga pengetahuan dan kemampuan bapak/ibu dalam membangun data statistik di unit kerja masing-masing dapat meningkat. Dengan demikian, penyelenggaraan Satu Data di Kota Tanjungpinang yang sejalan dengan prinsip Satu Data Indonesia bisa segera terwujud,” tambah Ririn.

Setelah pembukaan acara dilanjutkan oleh Tim BPS Kota Tanjungpinang yang dipimpin oleh Ketua Tim Pembinaan Statistik Sektoral, Purwo Astono. Dalam penjelasannya, Purwo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam menyusun dan menyajikan data yang sesuai dengan standar statistik.

“Pembinaan ini tidak hanya untuk mempelajari teknis pengumpulan data, tetapi juga untuk memahami pentingnya harmonisasi data antar sektor, sehingga keputusan yang diambil dapat berbasis data yang valid dan terverifikasi. Kami ingin memastikan bahwa data yang disajikan oleh kelurahan dapat digunakan secara efektif oleh berbagai instansi pemerintah, sehingga pembangunan yang dilakukan tepat sasaran,” jelas Purwo.

Materi pembinaan hari ini juga mencakup Proses Bisnis Statistik yang disampaikan oleh Dewi Sartika Sari. Dewi menjelaskan pentingnya memahami siklus statistik, mulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga analisis data.

“Dengan pemahaman yang baik mengenai proses bisnis statistik, setiap OPD akan mampu menyusun data yang akurat dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan. Hal ini juga penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas data yang disajikan pemerintah,” ungkap Dewi.

Rangkaian kegiatan pembinaan ini akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan di kecamatan-kecamatan lainnya di Kota Tanjungpinang. Dengan harapan, melalui pembinaan ini, seluruh kelurahan di Kota Tanjungpinang dapat berkontribusi dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia yang berkualitas. (hms)

Bagikan :