4 Juta Anak Tak Sekolah, Pemerintah Dirikan 165 Titik Sekolah Rakyat
WONOSOBO | Populinews.com – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari 4 juta anak di Indonesia yang tidak bersekolah, putus sekolah, maupun terancam tidak melanjutkan pendidikan, dengan rata-rata penyebab utamanya adalah faktor biaya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, saat diwawancarai dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Menengah 35 Wonosobo di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo, Sabtu (30/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 ini pemerintah akan membuka Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dengan total sebanyak 165 titik, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia menjelaskan, proses rekrutmen siswa dilakukan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, sesuai arahan Presiden bahwa penerima hak pendidikan di Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2.
Proses seleksi dilakukan oleh tim gabungan dari Dinas Sosial, BPS, hingga pendamping PKH dengan mendatangi langsung rumah calon siswa untuk melihat kondisi keluarga dan memastikan kesesuaian data.
Menanggapi terkait kemungkinan adanya siswa yang kabur dari Sekolah Rakyat, Wamensos Agus, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan sanksi karena masih banyak yang harus ditampung dalam program ini.
“Salah satu syarat masuk Sekolah Rakyat adalah izin dari orang tua. Jadi, kalau ada yang keluar karena belum siap sekolah atau sulit berpisah dari orang tuanya, itu tidak masalah. Kami akan melakukan pendekatan kepada orang tua dan siswa yang mundur,” jelasnya.
“Kalau toh kemudian mereka ingin sekolah di tempat lain ya masih banyak ya anak-anak yang bisa menggantikan posisi mereka untuk sekolah di Sekolah Rakyat ini,”ujarnya.
Ia menyebut, berdasarkan data BPS hampir 75 persen orang tua tidak dapat menyekolahkan anaknya karena faktor biaya. Kondisi ini bukanlah jumlah yang kecil, sehingga negara perlu melakukan intervensi.
“Karena memang Pak Presiden perintah mendirikan Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan, dengan jalan pendidikan,” tutupnya. (sya)

