Natuna- Pasca rusaknya mesin pembangkit listrik lilik PLN di Natuna hingga memunculkan polemik krisis listrik, Unit  PLN Kabupaten Natuna berencana akan menambah daya sebesar 4 Mega Watt dilokasi baru untuk mengatasi krisis listrik.

Kepala Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tanjung Pinang, Apreza Pashya berjanji kepada  Bupati Natuna, Wan Siswandi  saat bersilaturahmi , Minggu (04/06).

Dihadapan Wan Siswandi, Apreza menyampaikan bahwa penambahan 4 Mega Watt itu di luar dari 1,2 Mega Watt yang didatangkan untuk atasi krisis listrik di Ranai karena kerusakan mesin.

“Yang 4 Mega Watt ini total keseluruhan dari 1,5 Mega Watt di tambah 2,5 Mega Watt dan akan kita tempatkan di lokasi baru, dan kalau bisa minta bantu pemerintah daerah tentang ketersediaan lahan. Kalau tanah sudah tersedia mudah-mudahan bulan 8 sudah bisa beroperasi,” terang Apreza.

menangapi informasi ini Bupati Natuna Wan Siswandi menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh peningkatan kapasitas pembangkit listrik di Natuna demi peningkatan pelayanan listrik untuk masyarakat, pemerintah daerah menyiapkan lahan yang dibutuhkan.

“Terimakasih kepada pihak PLN yang turut berikan perhatian terhadap masyarakat Natuna terkait listrik, semoga kedepannya pelayanan listrik dari PLN lebih baik lagi, pemkab akan dukung dans ediakan lahansesuai kebutuhan PLN” ungkap Wan Siswandi.

Wan Siswandi kembali menegaskan bahwa, Natuna sebagai kawasan strategi khusus, telah mengajukan kepada PT PLN sebanyak 10 Mega Watt.

“Kita mengajukan bukan karena keinginan, tapi sesuai dengan kebutuhan, selain untuk masyarakat kita juga perlu untuk persiapan industri di Natuna,” terangnya

sehari setelah pertemuan  ini  Boni, pimpinan PLN Ranai menjelaskan adanya pemadaman listrik di akibatkan salah satu mesin PLN tidak dapat beroperasi dan masih tahap pekerjaan.

Proses perbaikan mesin mendapat kendala akibat banyaknya kerusakan , walaupun sudah ada peralatan dan mekaniknya, termasuk progres soal pengiriman mesin ke PLN Natuna, sebab bukan haknya menentukan, namun PLN Pusat.

“Ada 2 opsi mesin yang datang dari daerah Palembang dan Batam berkapasitas 2,7 mega Watt dan 4 mega Watt, namun kapasitas menentukan kapan dikirim itu bukan hak saya,” ujar Boni.

Boni juga menambahkan, 16 juni 2023 mesin PLN sudah beroperasi sebagaimana mestinya (normal) ,dan terkait issu ada pembagian daya listrik ke pihak tambang pasir kuarsa, Boni langsung menepisnya.

“Insyaallah 16 Juni nanti sudah berjalan normal dan ridak ada pemadaman lagi, sebab kita akan ada kedatangan mesin dengan kapasitas 2,7 mega watt yang di peruntukkan mengatasi kendala sekarang dan mesin 4 mega watt untuk jangka panjang.

Terkait pendistribusian arus listrik di tambang kuarsa PLN Ranai Natuna tidak ada mendistribusikan itu ,”jelas Boni.

Sementara itu, Sirozudin salah satu Korlap AMNi, meminta pihak PLN Natuna agar mempunyai mesin cadangan untuk mengatasi keisis listrik jika ada mesin rusak.

“Jika memang Pimpinan PLN tidak mampu mengatasi persiapan listrik lebih baik mundur dari jabatannya,”pintanya .

Belasan massa hadir dalam aksi demo tersebut dijaga ketat Aparat Kepolisian, Satpol PP maupun Babinsa dan Camat Bunguran Timur.

(red).

 

 

Bagikan :