Kadis DKPP Natuna Wan Zasali

 Populinew- Natuna- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau mengusulkan dua lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis atau Dapur MBG ke Badan Gizi Nasional (BN) pada tahap pertama pelaksanaan program itu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna Wan Sazali di Natuna, Rabu, mengatakan kedua lokasi itu di Kecamatan Bunguran Timur tepatnya di Desa Batu Gajah dan Desa Sepempang.

“Kita mengusulkan dua titik, sesuai dengan permintaan mereka (BGN),” terang Wan Zazai. Selasa (4/02)

Ia menjelaskan tahap pertama MBG akan diterapkan kepada 4.080 siswa di 71 sekolah, meliputi jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah lanjutan tingkat akhir (SLTA).

“Mereka minta usulan dari daerah, kita usulkan dua titik di tahap pertama, untuk usulan siswa dari Dinas Pendidikan,” ujar dia.

Ia mengungkapkan jumlah dapur yang sudah ditetapkan untuk Natuna 19 titik, meliputi tiga di Kecamatan Bunguran Timur, tiga di Kecamatan Bunguran Barat, dan satu di setiap kecamatan lainnya.

“Sebaran sekolah pada pelaksanaan tahap pertama ini mencakup beberapa sekolah di Kecamatan Bunguran Selatan, Bunguran Timur Laut, Bunguran Tengah, dan Bunguran Timur,” ucap dia.

MBG di Natuna Jangkau 71 Sekolah

Sebanyak 71 Sekolah di Kabupaten Natuna mendapatkan jatah program Makanan Bergizi Gratis ( MBG) dari pemerintah pusat. Hal ini sebagai upaya pemerintah pusat dalam mendukung kesehatan dan kecerdasan anak-anak sejak usia dini serta memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Kadisdik Kab Natuna Hendra Kusuma

” Pada tahun 2025, Kabupaten Natuna mendapatkan kuota sebanyak 4.080 siswa yang tersebar di 71 Sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SLTA, baik di sekolah negeri maupun swasta. Program ini diharapkan menjadi terobosan penting dalam menciptakan generasi unggul sekaligus mendukung perekonomian lokal.” jelas Kadisdik Natuna

Untuk memastikan pemerataan manfaat, pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bergilir setiap tahunnya. Dengan sistem ini, semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari program ini.

“Kami ingin memastikan seluruh siswa mendapatkan kesempatan yang adil, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam mendapatkan manfaat dari program ini,” tambah Hendra.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional. Pemerintah daerah bertanggung jawab mendata siswa penerima manfaat serta menyediakan fasilitas layanan, sementara pengadaan anggaran dan pengawasan kualitas makanan menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional.

“Kami ingin memastikan semua tahapan berjalan sesuai pedoman, mulai dari teknis pelaksanaan hingga distribusi makanan. Saat ini, kami masih menyusun rencana teknis agar program ini dapat berjalan lancar tanpa kendala,” ungkapnya.

Dukungan PDAM Tirta Nusa

Untuk menyediakan MBG tentu butuh air bersih, untuk itu PDAM Tirtanusa berkomitmen menyediakan air bersih bagi dapur umum maupun untuk kebutuhan lainya selama pelaksanaan MBG.

Dirut PDAM Tirtanusa Natuna Zaharuddin

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, Zaharuddin, menegaskan komitmen perusahaannya untuk bekerja sama dengan penyelenggara yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional guna memastikan ketersediaan air bersih dalam proses penyediaan makanan bergizi.

“Apapun masakannya, apapun lauknya tentu tetap akan menggunakan air bersih. Oleh karena itu, kami siap menyediakan suplai air bersih untuk mendukung program ini,” ujar Zaharuddin, Selasa (4/2/2025).

Tidak hanya menyediakan air bersih secara reguler, Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna juga memberikan suplai air bersih secara gratis bagi pihak penyelenggara yang membutuhkan. Bahkan, untuk lokasi yang jauh dari jaringan PDAM, perusahaan siap mengirimkan air menggunakan mobil tangki.

“Bagi penyelenggara yang memerlukan pasokan air bersih dan berada di luar jangkauan PDAM, silakan menghubungi kami, baik langsung kepada saya sebagai direktur maupun melalui layanan pengaduan PDAM. Nanti kami akan mengirim air bersih dengan mobil tangki, penyelenggara hanya perlu menyiapkan tempat penampungan,” tambahnya.

Dukungan ini diharapkan dapat memastikan bahwa program Makanan Bergizi Gratis berjalan dengan optimal, memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, serta menjamin kualitas makanan yang sehat dan higienis bagi para penerima manfaat. (red)

Bagikan :