Presiden Prabowo Kurban Sapi Raksasa 907 Kg, Siap Disembelih di Wonosobo
WONOSOBO | Populinews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tahun ini akan berkurban seekor sapi jenis Simental seberat 907 kilogram. Sapi tersebut dipelihara oleh Apit Al Aziz, seorang peternak asal Gondang, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.
Proses penyembelihan direncanakan berlangsung pada hari pertama Idul Adha, Jumat (tanggal sesuai), dan akan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Wonosobo. Lokasi tersebut dipilih karena kandang di kampung halaman Bupati Wonosobo dinilai tidak memadai untuk menampung sapi dengan ukuran sebesar itu.
“Rencananya mau ditaruh di kampungnya Pak Bupati, tapi sapinya terlalu besar. Jadi dipotong di RPH Wonosobo, nanti dagingnya dikirim ke sana,” ujar Apit saat ditemui di kandangnya.
Sapi yang akan menjadi hewan kurban Presiden ini berasal dari petani lokal di Wonosobo. Setelah memenuhi syarat, sapi dibeli dan dirawat di kandang milik Apit. Sebelum disetujui sebagai hewan kurban presiden, foto sapi sempat dikirim ke Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (Dispaperkan) Wonosobo untuk proses verifikasi. Setelah disetujui, sapi berusia 2,5 tahun itu dipindahkan ke kandang khusus untuk mendapatkan perawatan intensif.
Dalam perawatannya, sapi diberi pakan komboran berupa campuran singkong, konsentrat, dan ampas, dua kali sehari pada pagi dan sore. Sapi juga dimandikan dan kandangnya dibersihkan secara rutin.
Apit menuturkan, selama satu bulan terakhir, sapi dengan nilai jual sekitar Rp69 juta itu mendapatkan perawatan medis rutin, termasuk pemberian vitamin, obat cacing, vaksin, dan antibiotik. Untuk menjaga kondisi kesehatannya menjelang penyembelihan, Apit bersama dua karyawannya melakukan penjagaan malam hari secara ketat.
“Sekarang malam juga dijaga ketat, supaya tetap sehat sampai hari H,” ungkapnya.
Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan oleh tim dari Dispaperkan Wonosobo yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Hewan Semarang. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kondisi sapi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Sementara itu, Dispaperkan Wonosobo akan menanggung seluruh biaya pemotongan hewan kurban tersebut. Daging sapi akan disalurkan ke masyarakat di kampung halaman Bupati Wonosobo setelah proses penyembelihan selesai.
Selain menyiapkan sapi untuk Presiden, Apit juga melaporkan adanya peningkatan permintaan sapi kurban tahun ini. Ia mencatat telah menjual sekitar 50 ekor sapi, dengan harga bervariasi antara Rp20 juta hingga Rp100 juta, tergantung ukuran dan bobotnya. Beberapa di antaranya dikirim ke wilayah lain seperti Gunungkidul dan Bandung.
“Alhamdulillah tahun ini penjualannya meningkat dibanding tahun lalu,” katanya.
Apit berharap sapi kurban untuk Presiden Prabowo bisa memberikan manfaat bagi penerimanya, serta berharap agar di tahun-tahun mendatang, Presiden kembali memilih sapi dari kandangnya.
“Semoga sapinya sehat, dan semoga Pak Prabowo bisa ambil lagi dari kandang saya tahun depan,” tutupnya.
Dengan perawatan optimal dan pengawasan ketat, Apit memastikan sapi seberat hampir satu ton itu akan berada dalam kondisi prima saat disembelih, menjadi bukti nyata kontribusi peternak lokal dalam mendukung tradisi kurban nasional. (sya)

