WONOSOBO | Populinews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing kembali menjadi perhatian setelah bara api yang sebelumnya dinyatakan padam terpantau menyala kembali di sejumlah titik. Tim gabungan kembali melakukan penyekatan dan pemadaman manual untuk mencegah api meluas dari wilayah Garung dan Banyumudal hingga ke kawasan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, berdasarkan pemantauan satelit pada dini hari, titik api kembali terdeteksi meskipun sehari sebelumnya kondisi kebakaran sempat dinyatakan padam.

“Kemarin waktu jam 18.00 WIB itu titik api sudah tidak ada di Wonosobo. Namun, jam 01.00 dini hari terpantau dari satelit, ini karena angin, bara api itu kembali menyala beberapa titik di Garung dan di Banyumudal sampai ke Kaliangkrik, Magelang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, api yang kembali muncul diduga berasal dari bara yang masih tersimpan di material kayu terbakar di kawasan hutan. Karena itu, pemadaman sebelumnya belum sepenuhnya menghilangkan potensi munculnya api baru.

“ Ternyata padamnya masih ada bara api di kayu-kayu itu, terutama ada kayu melanding yang terbakar di atas,” katanya.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, tim gabungan kembali bergerak menuju kawasan terdampak sejak pukul 08.00 WIB. Penyekatan dilakukan agar api tidak merambat ke wilayah yang lebih rendah dan membahayakan kawasan hutan maupun masyarakat.

“Saat ini tim masih naik lagi. Tadi terpantau dari Bawang Sol, Garung, itu ada asap. Kita lakukan penyekatan kembali, tim sudah naik dari jam 08.00 tadi,” ujarnya.

Terkait luas kebakaran, Kapolres menyebutkan bahwa angka terbaru masih menunggu hasil pemeriksaan personel di lapangan. Data sebelumnya menunjukkan luasan terdampak mencapai sekitar 300 hektare, tetapi angka tersebut belum dapat dipastikan sebagai luasan terkini.

“Penilaian status itu kan setiap harinya. Kemarin sudah sampai 300-an, tetapi untuk hari ini belum karena masih menunggu hasil dari tim yang naik ke atas,” jelasnya.

Upaya pemadaman hingga kini masih mengandalkan penanganan manual oleh personel gabungan. Sementara itu, kemungkinan penggunaan helikopter untuk membantu pemadaman masih memerlukan koordinasi dan pertimbangan lebih lanjut bersama BPBD Provinsi Jawa Tengah.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan jajaran kepolisian di Magelang untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran di wilayah tersebut. Langkah kesiapsiagaan termasuk penutupan jalur pendakian juga telah dikoordinasikan sejak awal pekan.

Tim gabungan kini memprioritaskan penyekatan, pemadaman sisa bara, serta pemantauan titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan meluas ke kawasan lain di lereng Gunung Sumbing.

(syasya)

Bagikan :