LAHAT | Populinews.com – PJ Bupati Lahat, Muhammad Farudm S.STP, M.Si, memberikan apresiasi kepada Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Selatan bersama Komisi IX DPR RI, bersedia turun ke Kabupaten Lahat guna melakukan sosialisasi tentang bahaya stunting kepad amasyarakat.

Apresiasi itu diucapkan Pj Bupait Lahat, keitka membuka Kegiatan Sosialisasi Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting, di Hotel Cindrawasih Lahat, Jumat (12/01/2024).

”Pemeritah Kabupaten Lahat tentunya sangat mengapresiasi BKKBN dan Komisi IX DPR RI, Ir. Sri Meliyana yang mengundang warga Kabupaten Lahat untuk memberikan sosialisasi mengenai stunting dan pentingnya hidup sehat,” ujar Farid

Dia mengatakan, anggota Komisi IX DPR RI, Ir.Sri Meliyana bersama Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel Mediheryanto dan jajaran lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat hadir bersama-sama untuk membantu mengedukasi masyarakat di Kabupaten Lahat.

Menurutnya, stunting menjadi ancaman dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045, sebab stunting bukan hanya masalah tinggi badan, namun juga berpengaruh pada intelektual anak yang rendah.

“Saat ini kita akan memasuki masa bonus demografi, tetapi kalau anak-anak kita yang lahir banyak stunting akan menurunkan daya saing kita, Bangsa kita akan sulit bersaing di masa mendatang,” ujar Farid.

Dikatakan sosialisasi ini sangat penting karena banyak program pemerintah yang belum diterima informasinya secara utuh oleh masyarakat.

”Karena itu hari ini banyak informasi yang di sampaikan bisa membantu masyarakat kita serta memahami untuk mencegah sunting dan juga menata Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Lahat. Harapan kedepan dengan sosialisasi ini para peserta bisa memberikan informasi kepada keluarga dan kerabat,” ujar Farid menambahkan.

Ia juga mengatakan kegiatan ini sebagai wujud perhatian Pemerintah kepada wilayah-wilayah khusus yang perlu mendapatkan perhatian, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan kualitas masyarakat, dan sosialisasi ini merupakan prioritas Pemerintah Kabupaten Lahat.

”Kita bekerja sama dengan tim penggerak TPPKK Kabupaten Lahat memiliki program – program nyata dalam rangka bertemu langsung dengan masyarakat, sehingga pemahaman, pelaksana di lapangan itu betul betul di laksanakan secara nyata oleh masyarakat.

Tugas Pemerintah adalah melayani masyarakat, bagaimana Pemerintah hadir mempermudah masyarakat mendapatkan layanan, hingga kita bisa mencegah stunting,” pungkas Farid.

Hingga Usia 2 Tahun

Sementara itu Ir Sri Meliyana menegaskan bahwa Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui bagaimana mengatasi stunting. Menurutnya, Stunting pada anak balita itu berawal di usia sejak dalam kandungan sampai dia berumur 2 tahun. Jika umur nya sudah dua tahun ke atas maka pertumbuhan balita itu tidak akan kena stunting lagi.

Diatakan untuk mengatasi penurunan stunting ini maka para ibu bapak untuk memperhatikan pertumbuhan anak-anak di pola makan, makanan harus yang bergizi, supaya anak tumbuh dengan sehat dan pintar.

Medi Herianto SH MH Selaku perwakilan KBBN Sumatera Selatan menyampaikan sosialisasi penurunan stunting ini sangat la penting dalam kemasyarakatan menegaskan bahwa ciri-ciri tidak kena stunting yaitu : sehat fisik, sehat rohani, Kreatif dan inovatif.

Lima karakter ini adalah ciri khusus. ”Tidak ditempat kita saja yang kena stunting di seluruh Indonesia ini sudah merata ada yang kena stunting,” ujar Medi.

Diaparkan bahwa ciri- ciri stunting, pertama Gagal perkembangan keterlambat perkembangan pola pikir otak anak dan pendek. Ini akibat kurang gizi makronis selama sejak dalam kandungan 1.000 hari perhidupan sampai anak umur 2 tahun.

”Itulah stanting dan Dampak anak kerkena stanting 1 pendek jika pendek stunting apa bisa itu ikut pendidikan secara formal investasi banyak kendala banyak mengalami kesulitan itu, 2 rentang penyakit yang berbahaya yaitu dara tinggi , sakit jantung itu anak yang kena stunting, ” jelasnya.

Ia menambahkan yang harus dilakukan saat ibu hamil supaya anaknya tidak kena stunting yaitu:
harus makan-makanan yang bergizi, ketika mausk usia kehamilan. Kemudian, memeriksa kehamilan dengan rutin, guna mengetahui apakah kandungan ibu sehat dan pertumbuhan janin.

Selain itu, harus minum tablet tambah darah supaya tidak kena kurang darah. Selanjutnya, setelah melahirkan jangan dulu hamil lagi, sebab, o=si ibu harus menyusui dalam dua tahun. (Ninti)