62 KDKMP di Wonosobo Jadi Prioritas Operasional, Pemkab Targetkan Mulai Berjalan pada 2027
WONOSOBO | Populinews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan 62 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai beroperasi pada 2027. Percepatan dilakukan dengan mempersiapkan pengelolaan koperasi, kelengkapan fasilitas, serta kebutuhan pendukung agar gedung yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan.
Persiapan tersebut dibahas dalam Sosialisasi Tindak Lanjut Pasca Pembangunan Gerai/Gedung KDKMP di Gedung Sasana Adipura, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan koperasi sebelum memasuki tahap operasional.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, sejumlah tahapan pembentukan KDKMP di daerah telah dilaksanakan. Di antaranya pembangunan gedung, pembentukan kepengurusan, penempatan manajer, serta proses verifikasi dan evaluasi (verval) terhadap kesiapan masing-masing koperasi.
Menurut Afif, tahapan tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar keberadaan KDKMP tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena kita sudah ada, hasil verval sudah ada, sehingga harapan kita ingin melakukan percepatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Masyarakat menunggu ini, kapan operasionalnya?” ujarnya.
Ia menekankan bahwa percepatan operasional membutuhkan koordinasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI melalui jajaran Kodim dan Babinsa, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, pengurus koperasi, hingga manajer yang telah mendapat penugasan dari Agrinas.

Afif juga meminta para manajer segera menjalin komunikasi dengan pemerintah desa untuk memetakan kebutuhan serta kekurangan fasilitas di masing-masing koperasi. Persiapan tersebut termasuk pengurusan perizinan dan pemanfaatan sarana prasarana yang telah tersedia.
“Paling tidak, kalau manajer mereka sudah datang ke desa, ini menjadi motivasi. Terlihat bahwa sudah ada manajernya, berarti koperasi ini segera operasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Wonosobo Ahmad Fathoni memaparkan perkembangan pembangunan gedung KDKMP. Hingga saat ini, sebanyak 190 gedung telah selesai dibangun, 17 gedung masih dalam proses pembangunan, sedangkan 58 lainnya belum dibangun.
Dari 190 gedung yang sudah tersedia, sebanyak 162 dinilai layak untuk menjalani proses verifikasi dan evaluasi. Namun, pada tahap pertama, penugasan verifikasi dilakukan terhadap 80 gedung. Dari jumlah tersebut, 62 KDKMP ditetapkan sebagai sasaran awal operasional.
Fathoni menjelaskan, kesiapan pengelola menjadi salah satu aspek penting sebelum koperasi mulai menjalankan kegiatan usaha. Manajer yang sudah mendapatkan penugasan, tetapi belum memiliki gedung yang siap di wilayahnya, akan mengikuti pemagangan di desa lain yang fasilitasnya telah tersedia.
“Manajer itulah yang akan mengoperasionalkan awal selama dua tahun sebagai proses pendampingan. Karena dari pengurus sendiri dengan segala keterbatasannya, belum semua siap untuk membuka bisnis,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil verifikasi dan evaluasi selanjutnya akan direviu oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Setelah proses tersebut, tahapan berikutnya meliputi distribusi barang dan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia.
Fathoni memastikan operasional KDKMP di Kabupaten Wonosobo ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan setiap koperasi.
Gambaran persiapan tersebut juga terlihat di KDKMP Lengkong, Kecamatan Garung. Manajer KDKMP Lengkong, Sapto Pujiono, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima surat keputusan (SK) penugasan pada 1 Oktober 2026.
Sejak menerima penugasan, kegiatan yang dilakukan masih berupa absensi rutin dan pemetaan potensi desa, termasuk pendataan jumlah penduduk serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dari sisi fasilitas, KDKMP Lengkong masih membutuhkan sejumlah perlengkapan untuk mendukung kegiatan usaha. Rak dan meja belum tersedia, meskipun armada dan mesin kasir sudah ada.
“Untuk rak dan meja belum ada. Setelah ini mungkin kami akan bertemu dengan PIC Agrinas yang baru masuk untuk berkoordinasi lagi,” ungkap Sapto.
Ia juga menyampaikan bahwa setiap KDKMP direncanakan memiliki enam personel, meliputi satu manajer, dua asisten manajer, dua kasir, dan dua tenaga perniagaan. Adapun pengadaan barang diproyeksikan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Agrinas, Bulog, Pupuk Indonesia, dan Pertamina.
Meski demikian, mekanisme pengadaan barang dan kesiapan operasional masih menunggu kepastian regulasi serta pemenuhan kebutuhan masing-masing koperasi. Kondisi tersebut menjadi bagian dari persiapan yang perlu diselesaikan sebelum KDKMP menjalankan kegiatan usahanya.
(sya)
