HUT ke-155, Pj Bupati Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lahat Tertinggi Ke-2 Se-Sumsel
LAHAT | Populinews.com – Pj Bupati Lahat Muhammad Farid. S.STP., M.Si mengatakan dalam usia 155 tahun (tahun 2024), Kabupaten Lahat kini mampu menempatkan pertumbuhan ekonomi daerah pada posisi ke-dua tertinggi dibanding 17 Kabupaten/Kota Se-Sumsel lainnya.
Pernyataan itu disampaikan Farid di hadapan Penjabat Gubernur Sumsel Dr. Drs. A. Fathoni.,M.Si, dalam rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lahat X Masa Persidangan Ketiga dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kabupaten Lahat ke 155 tahun, di Gedung DPRD Kabupaten Lahat, Senin (20/05/2024). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Lahat Fitrizal Homizi, ST.
Sidang paripurna IX Masa Persidangan Kedua Tahun 2024, ini juga mengagendakan penyerahan keputusan DPRD Kabupaten Lahat tentang hasil pembahasan sebagai rekomendasi untuk perbaikan penyelenggaraan Pemerintah Daerah kedepan terhadap LKPJ Bupati Lahat Tahun Anggaran 2023.
Tampak hadir para pimpinan kabupaten/kota di Sumsel, seperti Pj Walikota Palembang, Pj Walikota Pagar Alam, Pj Bupati Empat Lawang, Pj Bupati Muara Enim, Pj Bupati OKI, serta pejabat lainnya., Pj Ketua TP PKK Sumatera Selatan, Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Anita Noeringhati, unsur Forkopimda, para Kades dan Lurah se-Kabupaten Lahat.

Dikatakan Muhammad FArid, angka 155 menjadi sebuah angka yang penuh dengan sejarah dan makna bagi setiap warganya. Kita berkumpul disini tidak hanya sekedar untuk merayakan hari jadi Kabupaten Lahat saja, tetapi juga sekaligus untuk mengenang dan merenungkan perjuangan serta pengorbanan para pahlawan daerah yang telah berjuang demi kemajuan Kabupaten Lahat.
“Memperingati Hari Ulang Tahun secara filosofis bermakna retrospektif yaitu dengan peringatan hari ulang tahun, kita berupaya untuk melihat masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuah masa lalu adalah pondasi yang sangat bernilai sebagai referensi, menapaki masa kini dan masa depan, introspektif artinya peringatan hari ulang tahun kita jadikan sebagai sarana mawas diri atau introspeksi diri,” ungkapnya.
Dengan demikian, lanjutnya, setiap etape perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian serta responsif dengan tantangan ke depan.
“Hal ini menjadikan Kabupaten Lahat sebagai Daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ke-2 diantara 17 Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Sumatera Selatan,” sambungnya
Hal ini tentu saja berdampak positif pada indikator-indikator makro lainnya dalam beberapa tahun terakhir, seperti tingkat pengangguran terbuka, dimana Kabupaten Lahat berhasil menurunkan angka pengangguran sebesar 0,61% menjadi 3,41% di Tahun 2023.
Stunting merupakan masalah prioritas di Kabupaten Lahat sejak tahun 2020 dimana prevalensi balita stunting Kabupaten Lahat saat itu sebesar 48,1.
Dalam 3 Tahun terakhir, berkat kerja keras kita semua, Pemerintah Kabupaten Lahat telah berhasil menurunkan prevalensi stunting sebesar 40,3 poin menjadi 7,8 di Tahun 2023, sehingga menjadi yang terendah di Provinsi Sumatera Selatan,” jelas Muhammad Farid.
Ia menyampaikan rasa syukurnya dengan telah diserahkan rekomendasi terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Lahat Tahun Anggaran 2023 yang berisikan saran, masukan dan koreksi terhadap penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Lahat.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada saudara Ketua, Wakil Ketua dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Lahat, atas segala upaya dan kerja keras yang telah dicurahkan sebagai mitra dalam menyelenggarakan Pemerintahan, dan secara khusus pada pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Lahat Tahun Anggaran 2023,” ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam membahas laporan keterangan pertanggungjawaban akhir Tahun 2023, terdapat hal-hal yang kurang berkenan.
“Hubungan kemitraan antara Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Lahat kedepan kita harapkan akan semakin sinergi serta memberikan manfaat, bagi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lahat yang kita cintai ini,” ujar Pj Bupati Lahat.
Ia juga menyampaikan rasa syukur, hari ulang tahun Kabupaten Lahat yang ke-155 kali ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pembangunan di Kabupaten Lahat.
“Peringatan ke 155 tahun ini adalah momentum bagi kita untuk senantiasa menggelorakan semangat kebersamaan, berjuang, melempangkan jalan, membangun serta melakukan perubahan-perubahan untuk meraih cita cita bersama mewujudkan Lahat berfaedah dan bermartabat dengan masyarakatnya yang religius dan rukun dalam kebhinekaan. APalagi sekarang tahun politik. Semoga kita dapat tetap fokus untuk pembangunan kabupaten Lahat,” ujarnya.
Dikatakan dalam mencapai suatu harapan dan cita-cita memang bukan sesuatu yang mudah untuk diwujudkan. Karena, disamping membutuhkan waktu, biaya, kerja keras, tetap semangat yang tidak boleh mengenal lelah dan putus asa.
“Juga yang teramat penting adalah kebersamaan seluruh komponen masyarakat di daerah ini agar dapat mengedepankan pembangunan Lahat, di hari ulang tahun kita dapat merancang formula untuk kemajuan kabupaten Lahat, dengan hari jadi kabupaten Lahat dapat memberikan semangat untuk tetap bekerja sama membangun Kabupaten Lahat,” ujar Farid.

Apresiasi Pj Gubernur
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengapresiasi jajaran Pemerintah Kabupaten Lahat yang telah meraih berbagai capaian prestasi. Dia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan kedepannya.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Selatan, saya mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Lahat semoga semakin maju, berkembang dan masyarakatnya sejahtera. Saya juga mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas capaian kinerja Kabupaten Lahat semoga ini terus dapat dipertahankan, ditingkatkan dan mari terus bersemangat berkarya, bekerja membangun daerah,” katanya.
Kemudian, Fatoni juga menyampaikan ucapan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi antara Pemprov Sumsel dan Pemkab Lahat yang telah menjaga daerah tetap kondusif juga membantu mempertahankan status Sumsel zero konflik.
“Saya mengucapkan terima kasih juga atas kolaborasi dan sinergi antara Pemprov dan Pemkab lahat dalam menjalankan program-program untuk masyarakat dan daerah. Kita harus terus perlu membangun, menjaga iklim kondusif dan alhamdulillah berkat kekompakan kita Sumsel menjadi daerah zero konflik. Tentu ini tidak lepas dari sinergi antar Pemkab, Pemkot, bersama Pemprov Sumsel,” jelas Fatoni.
Pada momentum Hari Jadi Kabupaten Lahat ke-155 Tahun, Fatoni mengingatkan tiga makna yang perlu diingat. Di antaranya, yaitu rasa syukur, sarana intropeksi diri dan ajang membuat perencanaan yang hendak dilakukan di masa mendatang.
Lebih jauh, Fatoni juga menyampaikan berbagai program Pemprov Sumsel yang membutuhkan dukungan dari Kabupaten dan Kota. Mulai dari pengendalian Inflasi, penanganan stunting, penanganan kemiskinan ekstrem, penanganan bencana alam dan menyukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
“Terma kasih atas kerja Kepala Daerah di Sumsel yang selalu melakukan pembangunan dan program prioritas daerah perlu terus digalakkan. Mendekati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), kita terapkan Pilkada damai. Alhamdulillah pada Pemilihan Caleg dan Presiden kemarin di Sumsel cukup kondusif, tertib dan aman,” ucap Fatoni.
Sebagaimana diketahui, Sumsel memiliki adat budaya dan sejarah yang perlu dilestarikan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat ini Fatoni akan membentuk tim membangun Museum Sriwijaya yang diperuntukkan sebagai tempat untuk mengenal sejarah di Sumsel.
“Budaya dan adat istiadat yang kaya di Sumsel ini juga perlu kita lestarikan, baik makanan, wastra, wisata, sejarah dan ini kita akan bangunkan Museum Sriwijaya. Akan kita bentuk tim untuk mewujudkanya perlu juga dukungan semua pihak tentu ini akan menjadi kebanggan bagi kita semua,” ungkapnya.
Terakhir, Fatoni meminta Pemkab Lahat untuk menyukseskan berbagai Gerakan Serentak yang tengah Pemprov Sumsel gencarkan. Diantaranya, Program Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak Se-Sumsel (GPISS), Gerakan Pasar Murah Serentak Se-Sumsel (GPMSS), Gerakan Bedah Rumah Serentak Se-Sumsel (GBRSS), Gerakan Penanganan Stunting Serentak Se-Sumsel (GPSSS) dan Gerakan Pembangunan Sanitasi Serentak Se-Sumsel (GPSSS).
“Gerakan serentak perlu kita kerahkan agar semua bergerak dan permasalahan cepat teratasi, Mulai dari penanganan inflasi serentak, gerakan sanitasi serentak, gerakan bedah rumah serentak yang akan memperbaiki sebanyak 8.391 rumah di seluruh Sumsel yang kita galakkan untuk menekan angka kemiskinan di Sumsel. Jumlah ini akan bertambah jika semua pihak terlibat didalamnya, untuk itu mari kita sukseskan bersama,” jelasnya.
