WONOSOBO | Populinews.com – Petani tembakau Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, kini merasakan dampak positif pembangunan jalan sepanjang 2,86 meter, yang dananya berasal dari alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Perkebunan Tembakau di Desa Tlogomulyo milik masyarakat setempat. (f/Kominfo)

Pembangunan jalan ini terbukti memberikan dampak positif bagi aktivitas pertanian, sehingga mereka mampu meningkatkan efisiensi distribusi hasil panen sekaligus mendukung produktivitas pertanian.

“Potensi komoditas tembakau di Desa Tlogomulyo sangat besar, mencapai sekitar 50 hektare. Sebagian besar petani menjual hasil panennya dalam bentuk daun tembakau tanpa melalui proses pengolahan,” ujar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk wilayah Kecamatan Kertek, Wulan Prihatiningsih.

Ia mengatakan bahwa tembakau merupakan komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat. Dimana, Desa Tlogomulyo memiliki potensi lahan tembakau mencapai sekitar 50 hektare yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi warga.

Menurutnya, pembangunan jalan produksi sepanjang 286 meter dengan lebar 2,5 meter yang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Ngudi Luhur menjadi solusi atas kendala akses yang selama ini dihadapi petani. Jalan tersebut memudahkan mobilitas petani dalam mengangkut sarana produksi maupun hasil panen dari lahan menuju titik distribusi.

“Dengan adanya jalan tani ini, akses keluar masuk lahan menjadi lebih mudah. Proses pengangkutan hasil panen juga lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Manfaat pembangunan jalan tani tersebut turut dirasakan oleh para petani. Salah satunya Anwar Rifai, petani tembakau asal Dukuh Bedakah yang telah menekuni usaha tani tembakau sejak kecil. Ia menuturkan bahwa selama bertahun-tahun para petani harus menghadapi medan yang sulit saat membawa hasil panen dari lahan pertanian.

“Dulu petani harus melewati jalan setapak yang sempit untuk mengangkut hasil panen. Sekarang akses sudah jauh lebih baik sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan,” ungkapnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pemanfaatan DBHCHT juga diwujudkan melalui bantuan sarana produksi pertanian. Sejak tahun 2022, petani menerima bantuan pupuk seperti Fertila, Phonska, dan KNO yang bertujuan meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman tembakau.

Prihatiningsih menjelaskan bahwa penggunaan pupuk Fertila memberikan dampak positif terhadap kualitas daun tembakau. Selain meningkatkan produktivitas, pupuk tersebut juga membantu menghasilkan daun dengan kualitas yang lebih baik sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Pupuk Fertila terbukti mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman tembakau. Saat proses pengolahan, hasilnya juga lebih baik dibandingkan penggunaan pupuk lainnya,” katanya.

Di tengah tantangan cuaca yang memengaruhi hasil panen dan harga jual tembakau, dukungan infrastruktur dan sarana produksi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat. Dengan panen yang dapat dilakukan dua hingga empat kali dalam satu musim serta harga daun tembakau yang berkisar antara Rp4.000 hingga Rp6.000 per kilogram, kemudahan akses menuju lahan menjadi salah satu kebutuhan utama petani.

Melalui pembangunan jalan tani dan bantuan sarana produksi yang bersumber dari DBHCHT, diharapkan produktivitas pertanian tembakau di Desa Tlogomulyo semakin meningkat, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian di Kabupaten Wonosobo. (adv/sya)

Bagikan :