BANDUNG | Populinews.com — DPRD Kabupaten Bandung mendorong persiapan maksimal setelah Stadion Si Jalak Harupat, Kecamatan Kutawaringin, dipercaya menjadi salah satu arena pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Akhiri Hailuki, mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat terhadap stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung tersebut.

Menurutnya, status sebagai salah satu venue turnamen internasional harus diikuti dengan kesiapan menyeluruh, baik dari sisi fasilitas maupun aspek pendukung penyelenggaraan.

“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bandung. Kepercayaan yang diberikan harus kita respons dengan memberikan pelayanan dan persiapan terbaik. Tidak hanya dari sisi teknis pertandingan, tetapi juga kebersihan lingkungan, fasilitas sanitasi, serta kenyamanan bagi para pemain dan penonton,” ujar Hailuki, Rabu, 12 Agustus 2026.

Hailuki menegaskan, kesiapan stadion tidak hanya diukur dari kondisi lapangan dan fasilitas pertandingan. Keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kenyamanan juga menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan selama turnamen berlangsung.

Ia pun mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kondisi Kabupaten Bandung tetap kondusif selama penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026.

“Selain kesiapan fasilitas, keamanan dan ketertiban juga sangat penting. Mari kita bersama-sama menjaga situasi yang kondusif dan memberikan kesan terbaik kepada seluruh peserta maupun tamu yang datang ke Kabupaten Bandung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, menyampaikan bahwa kondisi Stadion Si Jalak Harupat saat ini masih terpelihara dengan baik.

Stadion tersebut sebelumnya digunakan sebagai salah satu arena pertandingan Grup A Piala Presiden 2026.

Dicky mengatakan, terpilihnya Si Jalak Harupat sebagai salah satu arena FIFA ASEAN Cup 2026 diharapkan tidak hanya mendukung penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bandung.

“Dengan adanya turnamen sepak bola tingkat ASEAN ini, kami berharap muncul efek berganda bagi Kabupaten Bandung. Selain sukses dalam penyelenggaraan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, kunjungan wisatawan, okupansi hotel dan restoran, hingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” ujar Dicky, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dicky menjelaskan, Dispora Kabupaten Bandung bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebelumnya menghadiri rapat di Kementerian Pemuda dan Olahraga pada Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah persiapan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk fasilitas stadion dan berbagai aspek pendukung.

“Kami tentu sangat bangga karena Stadion Si Jalak Harupat dipercaya menjadi salah satu arena turnamen yang masuk agenda resmi FIFA. Dari sisi pemerintah daerah, kami akan mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis dan pendukung agar pelaksanaan pertandingan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

FIFA juga dijadwalkan mengirimkan tim untuk melakukan asesmen terhadap sejumlah fasilitas Stadion Si Jalak Harupat. Dicky menyebut kondisi fasilitas stadion saat ini masih terpelihara setelah digunakan dalam Piala Presiden 2026.

Terpilihnya Si Jalak Harupat sebagai salah satu arena FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bandung untuk kembali menjadi tuan rumah pertandingan olahraga bertaraf internasional.

Ajang tersebut juga diharapkan dapat memberikan peluang terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, kunjungan wisatawan, serta sektor hotel dan restoran di Kabupaten Bandung.

Bagikan :