Renie Rahayu Fauzi: MBG Harus Tetap Berjalan, Tata Kelola Diperbaiki
BANDUNG | Populinews.com — Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilaksanakan. Namun, menurutnya, keberlanjutan program perlu diikuti evaluasi dan pembenahan tata kelola.
Hal itu disampaikan Renie setelah mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung yang mengagendakan penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual, Jumat (14/8/2026).
Renie mengatakan, arahan yang disampaikan Presiden melalui pidato kenegaraan harus diterapkan dalam kebijakan pembangunan di daerah. Pemerintah daerah dan DPRD, kata dia, perlu menyelaraskan arah kebijakan nasional dengan rencana pembangunan serta penyusunan APBD Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2027.
“Intinya, apa yang disampaikan Presiden harus kita implementasikan dalam rencana pembangunan dan APBD 2027 di Kabupaten Bandung,” ujar Renie.
Dalam konteks tersebut, MBG menjadi salah satu program yang mendapat perhatian. Renie menilai pelaksanaan program tetap perlu dilanjutkan, tetapi sejumlah aspek tata kelola harus dibenahi.
Ia menekankan pentingnya pelaksanaan MBG yang efektif, tepat sasaran dan transparan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“MBG ini harus tetap dijalankan, tetapi harus diperbaiki dalam tata kelolanya. Sehingga masyarakat benar-benar bisa merasakan bahwa program ini bermanfaat,” tegasnya.
Renie menyebut program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak, tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan besaran anggaran atau jumlah penerima manfaat.
Dampak yang dirasakan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari penilaian terhadap keberhasilan program.
Untuk itu, evaluasi diperlukan mulai dari mekanisme pelaksanaan, distribusi, pengawasan, hingga efektivitas penggunaan anggaran.
DPRD Kabupaten Bandung, menurut Renie, akan menjalankan fungsi pengawasan bukan untuk menghambat ataupun menghentikan MBG. Pengawasan diperlukan agar program berjalan sesuai tujuan dan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam pidato kenegaraan yang disampaikan, Presiden Prabowo Subianto turut menekankan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dengan tetap memperhatikan perbaikan dan efisiensi.
Presiden juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan anak-anak secara penuh tanggung jawab.
Renie mengatakan arahan tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dan DPRD dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bandung.
“Program yang baik harus terus didukung. Tetapi tentu harus ada evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaannya semakin efektif dan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Renie berharap kebijakan pembangunan serta APBD Kabupaten Bandung Tahun 2027 disusun dengan mengedepankan efektivitas, efisiensi dan kepentingan masyarakat.
Ia mengatakan, program sosial seperti MBG tidak hanya dapat dilihat dari besarnya anggaran yang dikeluarkan. Manfaat yang benar-benar diterima masyarakat, terutama kelompok yang menjadi sasaran program, juga menjadi hal penting.
Dengan perbaikan tata kelola, pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan, MBG diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Renie juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kebijakan pemerintah agar pelaksanaannya tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kebijakan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.
