TPPAS Legok Nangka Jadi Harapan Baru, 450 Ton Sampah per Hari Ditarget Tertangani
BANDUNG | Populinews.com – Pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan sampah di Kabupaten Bandung.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dr. M. Akhiri Hailuki, M.Si, menilai kehadiran TPPAS Legok Nangka menjadi salah satu langkah strategis dalam penanganan sampah. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah sekitar 450 ton sampah per hari dari Kabupaten Bandung.
“TPPAS Legok Nangka diharapkan bisa mengakomodasi kurang lebih 450 ton sampah per hari dari Kabupaten Bandung. Ini tentu akan sangat signifikan dalam mengurangi beban sampah di Kabupaten Bandung,” ujar Hailuki.
Hailuki berharap pembangunan TPPAS Legok Nangka dapat diselesaikan sesuai rencana dan tepat waktu agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, ia meminta pengelolaan TPS Cicukang turut dioptimalkan. Fasilitas tersebut diperkirakan menangani sekitar 500 ton sampah per hari.
Menurut Hailuki, apabila TPPAS Legok Nangka dan TPS Cicukang dapat beroperasi secara optimal, hampir 1.000 ton sampah per hari di Kabupaten Bandung berpotensi tertangani.
“Kita juga mendorong agar TPS Cicukang bisa optimal mengelola sampah yang jumlahnya kurang lebih mencapai 500 ton per hari. Dengan demikian, hampir 1.000 ton sampah dapat tertanggulangi,” paparnya.
Pengelolaan sampah di tingkat desa dan kecamatan juga menjadi perhatian. Hailuki mendorong agar TPS yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bandung terus dioptimalkan.
Volume sampah di TPS-TPS tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 ton per hari. Karena itu, pengelolaannya dinilai perlu menjadi bagian dari sistem penanganan sampah yang terpadu.
“TPS yang ada di desa-desa dan kecamatan-kecamatan harus terus dioptimalkan pengelolaannya, sehingga persoalan sampah di Kabupaten Bandung dapat ditangani dengan baik,” katanya.
Hailuki juga mengingatkan pentingnya kesiapan sistem pengangkutan sampah seiring pembangunan TPPAS Legok Nangka.
Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup bersama instansi terkait harus memastikan kesiapan armada dan sumber daya manusia. Hal itu diperlukan agar ratusan ton sampah dapat diangkut ke TPPAS Legok Nangka secara konsisten setiap hari.
“Ke depan, tantangannya ada pada kesiapan Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait dalam mengoptimalkan pengangkutan sampah. Sebanyak 400 hingga 500 ton sampah per hari harus bisa diangkut ke TPPAS Legok Nangka,” tegasnya.
Ia tidak ingin TPPAS Legok Nangka telah siap digunakan, tetapi masih terdapat sampah yang tidak terangkut karena keterbatasan armada maupun SDM.
“Jangan sampai nantinya TPPAS Legok Nangka sudah siap, tetapi masih banyak sampah yang belum bisa terangkut. Karena itu, kesiapan armada dan sumber daya manusia harus dipersiapkan sejak sekarang,” tandas Hailuki.
Dalam unggahan BEWARA yang disampaikannya baru-baru ini, Hailuki kembali menegaskan optimismenya terhadap pembangunan TPPAS Legok Nangka.
Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut selesai sesuai target dan dapat memberikan manfaat maksimal ketika mulai beroperasi.
“Saya berharap pembangunan TPPAS Legok Nangka selesai tepat waktu dan nantinya manfaatnya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat. Saya juga meminta Dinas Lingkungan Hidup mempersiapkan operasional sejak dini, baik menyangkut armada maupun SDM, agar TPPAS Legok Nangka dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Selain TPPAS Legok Nangka, Hailuki menilai penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah juga diperlukan.
Ia menegaskan penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan satu fasilitas. Sistem tersebut harus dibangun secara terpadu, mulai dari pengurangan sampah dari sumber, pengelolaan di tingkat desa dan kecamatan, hingga pemrosesan akhir.
Dengan kolaborasi seluruh pihak serta kesiapan infrastruktur pendukung, Hailuki optimistis TPPAS Legok Nangka dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung.
“Penanganan sampah harus dilakukan secara bersama-sama dan terpadu. TPPAS Legok Nangka harus menjadi bagian dari solusi besar untuk mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bandung,” pungkasnya.
