Bupati Wonosobo Buka LTUBBB 2026, Tekankan Disiplin dan Integritas Pelajar
WONOSOBO, Populinews.com – Pembentukan karakter menjadi salah satu pesan utama dalam pembukaan Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris (LTUBBB) tingkat Kabupaten Wonosobo jenjang SMA/SMK/MA Tahun 2026. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat membuka kompetisi yang diikuti 18 sekolah tersebut di Halaman Gedung Adirupa, Rabu (14/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Afif menegaskan bahwa tata upacara bendera dan baris-berbaris bukan hanya berkaitan dengan ketepatan gerakan maupun keseragaman barisan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar disiplin, membangun jiwa kepemimpinan, memperkuat kerja sama, serta menanamkan integritas sejak dini.
Menurutnya, berbagai nilai tersebut penting bagi pelajar SMA/SMK/MA yang tengah mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, ia mengapresiasi Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), kepala sekolah, guru, pembina, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Bagi pelajar SMA/SMK/MA, nilai-nilai tersebut harus berkembang menjadi kemampuan mengambil keputusan, menjaga komitmen, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan,” pesannya.
Afif juga menekankan tiga aspek utama yang perlu tumbuh melalui kompetisi tersebut, yakni disiplin, kepemimpinan, dan integritas. Ia menjelaskan bahwa disiplin seharusnya lahir dari kesadaran pribadi, bukan karena takut terhadap hukuman atau teguran. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan menghargai waktu, menaati aturan, menjaga konsistensi, dan menuntaskan tanggung jawab.
Sementara itu, kepemimpinan perlu dibangun melalui keteladanan dan kemampuan menghargai orang lain. Dalam baris-berbaris, hasil yang baik hanya dapat dicapai apabila setiap anggota memahami tugasnya dan mampu bergerak selaras dengan anggota lainnya. Nilai ini diharapkan menjadi bekal bagi pelajar untuk bekerja sama dan menyikapi perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Adapun integritas, lanjut Afif, harus tetap menjadi pegangan meskipun peserta berupaya meraih kemenangan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak boleh dicapai dengan mengabaikan kejujuran. Peserta juga diharapkan tetap rendah hati ketika menang dan mampu menerima hasil perlombaan dengan sikap positif.
“Prestasi dapat membuka kesempatan, tetapi karakterlah yang menentukan bagaimana kesempatan itu digunakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Afif menyampaikan bahwa pendidikan karakter memerlukan dukungan dan keteladanan dari berbagai lingkungan, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Nilai yang diperoleh selama mengikuti lomba diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya ditunjukkan saat berada di arena kompetisi.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo, katanya, terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan berintegritas. Ia juga mengajak para pelajar untuk mempersiapkan masa depan daerah melalui kesungguhan dalam belajar, keberanian menghadapi tantangan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Jadilah generasi yang tidak hanya berusaha meraih keberhasilan bagi diri sendiri, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” pesannya kepada para peserta.
Sementara itu, Kepala Bidang PDOP Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Seno, mengatakan LTUBBB merupakan agenda tahunan yang dipertahankan karena memiliki peran dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi remaja untuk mengembangkan sikap saling menghargai, menghormati guru, bekerja sama, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya sekadar mencari juara, tetapi nilai-nilai yang diperoleh bisa diterapkan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Seno.
Dari sisi teknis, Seno menjelaskan bahwa penilaian baris-berbaris meliputi kerapian, kekompakan, tenaga atau power, serta semangat peserta saat menjalankan gerakan. Terdapat sekitar 53–54 unsur gerakan yang dinilai dengan mengacu pada ketentuan dan peraturan baris-berbaris yang berlaku.
Untuk mendukung penilaian yang objektif, Disdikpora melibatkan guru yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Penilai juga dipilih secara silang dari jenjang pendidikan berbeda. Dalam kompetisi tingkat SMA/SMK/MA kali ini, penilaian melibatkan guru dari jenjang SMP dan SD yang menguasai materi serta tidak melatih peserta yang dinilai.
Menurut Seno, mekanisme tersebut diharapkan dapat menjaga ketepatan penilaian sekaligus meningkatkan kepercayaan sekolah terhadap penyelenggaraan lomba.
Ia menambahkan, kompetisi saat ini masih dilaksanakan pada tingkat kabupaten dan belum berlanjut ke tingkat provinsi. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah efisiensi anggaran yang turut berdampak pada pelaksanaan sejumlah kegiatan tingkat provinsi dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Wonosobo tetap mempertahankan LTUBBB karena dinilai penting bagi pembentukan karakter peserta didik.
Rangkaian LTUBBB Tahun 2026 diselenggarakan untuk tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA/SMK/MA. Pada jenjang SD, kegiatan diikuti 18 peserta, sedangkan jenjang SMP diikuti 21 peserta. Sementara itu, kompetisi tingkat SMA/SMK/MA tahun ini diikuti 18 sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, LTUBBB diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta berprestasi dalam keterampilan tata upacara dan baris-berbaris, tetapi juga mendorong tumbuhnya generasi muda yang disiplin, tangguh, mampu bekerja sama, serta menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi pelajar untuk memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, dan Kabupaten Wonosobo.
(syasya)
