Bahas Keamanan Nelayan , Wabup Natuna Rapat dengan Perwakilan Nelayan, AL dan Bakamla

136 views

Wakil Bupati Natuna Rodial Huda terima Keluhan nelayan Natuna

Populinews, Natuna- teralit kekuhan Nelayan Natuan yang merasa terancam atas aktifitas KIA di Lat Natuna Utara , Waki;l Bupati Natuna Rodial Huda akhirnya ,menerima Perwakilan nelayan Natuna yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Natuna (ANNA) bersama Perwakilan dari Bakamla dan AL , Lanal Ranai di ruang kerja Wabup Natuna, Selasa (16/06)

pada kesempata ini Aliansi Nelayan Natuna mengadu ke Pemerintah Daerah terkait nasib Nelayan Natuna pasca legalisasi cantrang dan trawl di WPPNRI 711, serta kegiatan illegal fishing di perairan Laut Natuna Utara,

Hadir dalam rapat ini Komandan Km Pulau Marore, Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto dan Palaksa Lanal Ranai.

Dalam audensi tersebut, perwakilan Aliansi Nelayan Natuna, Hendri menjelaskan, mereka datang menghadap kepala daerah untuk mengadukan permasalan legalisasi nelayan luar yang menggunakan catrang dan nelayan ilegal dari negara tetangga Thailand dan Vietnam yang masuk ke perairan Laut Natuna Utara.

Para nelayan ini menaruh harapan besar kepada Rodhial Huda, untuk memperjuangkan nasib para nelayan lokal. Diketahui sebelum menjabat Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda merupakan seorang praktisi di bidang maritim.

“Kalau yang sering kita lihat, cantrang yang mereka pakai itu bukan cantrang yang ramah lingkungan, tapi trawl. Namanya saja cantrang, tapi kami ragu dan menduga prakteknya mereka pakai trawl. Jadi kami ingin izin cantrang operasi di laut Natuna dikaji ulang,” tambah Hendri.

Menanggapi hal ini, Rodhial Huda berjanji akan membawa hal ini ke Kementerian Kelautan bersama Bupati Natuna Wan Siswandi, dan berusaha semaksimal mungkin agar keinginan nelayan terpenuhi.

“Nelayan adalah mata dan telinga pertahanan laut kita. Untuk itu, saya dan pak bupati akan berjuang bersama-sama nelayan. Kami juga tengah koordinasi dengan pihak terkait, tentang adanya bendera Vietnam di laut kita,” tegas Rodhial.

Menyadari kabupaten tidak memiliki kewenangan setelah 0 dari bibir pantai, Rodhial Huda meyakinkan kepada para nelayan, bahwa Pemerintah Daearah Natuna akan berkoordinasi dengan pihak provinsi hingga Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

“Kita akan mengusahakan menteri KKP untuk datang ke Natuna agar bisa mendengar langsung keluhan nelayan. Kalau tidak bisa hadir maka kita akan bawa dua orang perwakilan nelayan kita berangkat ke KKP,” tegas Rodhial.

Selain itu, untuk membatasi nelayan cantrang beroperasi dekat nelayan lokal bekerja, Pemda Natuna akan membuat ratusan bahkan ribuan rumpun di tempat-tempat nelayan lokal biasa mencari ikan.

“Rumpun ini akan kita lengkapi dengan boya atau pelampung dengan pengikat yang kuat, serta kita daftarkan di kementerian, agar nelayan luar bisa lebih berhati-hati dan segan beroperasi di tempat nelayan lokal cari ikan,” tutupnya. (red)


Bagikan :

Posting Terkait