LAHAT | Populinews.com  — Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Lahat menggelar Rapat Paripurna XII Masa Persidangan ke-tiga tahun sidang 2021, dalam rangka Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Senin (16/08/2021), di ruang sidang utama Gedung DPRD Kabupaten Lahat secara virtual.

Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi, ST, didampingi langsung oleh Wakil I DPRD Lahat, Wakil Ketua II DPRD Lahat serta Anggota DPRD Lahat.

Sementara pidato kenegaraan Presiden digelar di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Presiden menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2022 beserta Nota Keuangannya di depan Rapat Paripurna DPR RI yang

Turut hadir dalam rapat ini Wakil Bupati Lahat H.Hariyanto,SE.MM, Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi,ST, Wakil Ketua I DPRD Lahat Gaharu,Wakil Ketua II DPRD Lahat Sri Marhaeni Wulansih,SH, anggota DPRD Lahat, Forkopimda Kabupaten Lahat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lahat Rusidi Dja’far,para kepala OPD serta para tamu undangan yang sempat hadir.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan, pandemi Covid-19, meningkatkan memperkuat rasa partisipasi dan kegotong royongan antar masyarakat. Begitu juga lembaga Pemerintah lintas sektoral mengalami konsolidasi.

“Hal ini membuat kapasitas sektor kesehatan meningkat pesat, dan semakin mampu menghadapi ketidak pastian yang tinggi dalam pandemi,” ujarnya.

Presiden juga menyampaikan sejumlah asumsi indikator ekonomi makro tahun 2022 yang berpijak pada kebijakan reformasi struktural serta memperhitungkan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia. Dalam asumsi tersebut, pemerintah berupaya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan pada kisaran 5 sampai 5,5 persen. Kita akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen. Namun, harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19 masih sangat dinamis,” ujar Presiden.

“Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan pandemi Covid-19. Dengan demikian, pemulihan ekonomi dan kesejahteraan sosial dapat dijaga serta terus dipercepat dan diperkuat,” lanjutnya.

Kepala Negara meyakini bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural. Namun, Presiden mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global dan domestik dapat menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sementara itu, inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen, menggambarkan kenaikan sisi permintaan, baik karena pemulihan ekonomi maupun perbaikan daya beli masyarakat. Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp14.350 per dolar AS.

Adapun suku bunga Surat Utang Negara 10 tahun diperkirakan sekitar 6,82 persen. Angka tersebut mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia dan pengaruh dinamika global.

“Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada 63 dolar AS per barel. Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 703.000 barel dan 1.036.000 barel setara minyak per hari,” katanya. (Adv/safta)

Bagikan :