WONOSOBO | Populinews.com – Sebanyak 12 hingga 13 buah durian dinikmati satu rombongan pengunjung dalam Pesta Durian di Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Dengan voucher Rp100.000, pengunjung dapat menikmati durian sepuasnya, memilih beragam karakter rasa sesuai selera, sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan sosial untuk mendukung pembangunan Masjid Baiturrahman.

Salah satu pengunjung, Yulianto, yang datang bersama rombongannya dari Kaliwiro, mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan panitia. Menurutnya, dengan biaya tersebut, pengunjung tidak hanya dapat menikmati durian dalam jumlah banyak, tetapi juga mencicipi berbagai varian durian lokal.

“Ini luar biasa sekali, karena dengan uang Rp100.000 bisa makan durian sepuasnya,” ujar Yulianto.

Ia menilai, keunggulan kegiatan tersebut terletak pada beragamnya pilihan durian yang tersedia. Pengunjung dapat meminta durian dengan tingkat kematangan dan karakter rasa tertentu sesuai preferensi masing-masing.

“Di sini terdapat banyak varian durian lokal. Kalau ingin yang lebih matang atau yang rasanya agak pahit, tinggal bilang kepada panitia dan nanti disediakan,” katanya.

Yulianto mengatakan, rombongannya yang terdiri atas delapan orang menghabiskan sekitar 12 hingga 13 buah durian. Setiap orang memiliki selera berbeda, mulai dari durian yang lebih matang hingga yang memiliki sedikit rasa pahit.

Selain pilihan rasa, ia juga mengapresiasi pelayanan panitia yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menukar durian apabila buah yang diterima kurang matang atau rasanya tidak sesuai harapan.

Terkait waktu penyajian, panitia memberikan kesempatan sekitar 30 menit bagi setiap giliran pengunjung untuk menikmati durian. Menurut Yulianto, durasi tersebut cukup untuk mencicipi berbagai buah hingga merasa kenyang.

Di balik daya tarik kulinernya, Pesta Durian Wilayu juga membawa misi sosial. Kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu memenuhi kebutuhan anggaran penyelesaian pembangunan Masjid Baitul Rahmat yang selama ini mengandalkan swadaya masyarakat.

Ketua Panitia Pesta Durian Wilayu, Yuliono, menjelaskan bahwa ide kegiatan muncul dari upaya mengoptimalkan potensi durian yang melimpah saat panen raya. Sebagian warga memiliki pohon durian yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Konsep acaranya karena kami sedang membangun masjid dan masih kekurangan anggaran untuk finishing. Kebetulan sekarang panen raya, sehingga potensi durian milik warga kami optimalkan melalui kegiatan ini,” ungkap Yuliono.

Ia mengatakan, durian yang disajikan berasal dari kontribusi masyarakat, termasuk warga yang telah berdomisili di luar Desa Wilayu. Dukungan tersebut menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam membantu penyelesaian pembangunan tempat ibadah.

Hingga pagi hari pelaksanaan, panitia telah menyiapkan sekitar 800 buah durian dan masih menyediakan stok tambahan untuk mengantisipasi jumlah pengunjung yang terus berdatangan.

Dalam pelaksanaannya, pengunjung membeli voucher seharga Rp100.000, kemudian diarahkan ke area tunggu yang dilengkapi minuman sebelum memasuki area makan secara bergantian. Sistem tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran pelayanan selama acara berlangsung.

Yuliono menegaskan, hasil kegiatan tersebut diperuntukkan bagi infak pembangunan Masjid Baiturrahman. Dengan demikian, Pesta Durian Wilayu tidak hanya menjadi kegiatan kuliner, tetapi juga sarana bagi masyarakat dan pengunjung untuk berkontribusi dalam pembangunan fasilitas ibadah.

Dari sisi ekonomi, durian Wilayu juga memiliki pasar di luar wilayah desa. Menurut Yuliono, hasil panen warga dibeli oleh konsumen yang datang langsung maupun tengkulak yang kemudian memasarkannya ke daerah lain. Harga durian bervariasi sesuai ukuran dan kualitas, dengan kisaran sekitar Rp50.000 untuk buah berukuran lebih besar.

(syasya)

Bagikan :