WONOSOBO | Populinews.com – Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengapresiasi inisiatif warga Desa Wilayu, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, yang menggelar pesta durian dengan konsep bayar Rp100.000 untuk menikmati durian sepuasnya. Menariknya, hasil kegiatan tersebut dialokasikan untuk infak pembangunan Masjid Baiturrahman.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kreativitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi hasil pertanian lokal sekaligus menggalang partisipasi untuk pembangunan fasilitas ibadah. Momentum panen raya dimanfaatkan warga untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Afif mengatakan, Desa Wilayu merupakan salah satu sentra penghasil durian lokal di Kabupaten Wonosobo. Budidaya durian di wilayah tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari potensi pertanian masyarakat setempat.

“Desa Wilayu adalah salah satu desa penghasil durian di Kabupaten Wonosobo. Ini durian lokal yang sudah dikembangkan turun-temurun, sejak nenek moyang sampai anak cucunya sekarang,” ujar Afif saat diwawancarai usai membuka acara tersebut, Jumat (9/10/2026).

Menurutnya, panen raya tahun ini menjadi berkah bagi masyarakat Wilayu dan sekitarnya. Musim kemarau yang relatif panjang dinilai turut mendukung melimpahnya hasil panen, sehingga banyak pohon durian milik warga menghasilkan buah.

Afif menjelaskan, panen durian berlangsung dalam beberapa tahap. Kondisi tersebut membuat musim durian diperkirakan berlangsung lebih lama, bahkan berpotensi hingga menjelang Idulfitri. Melimpahnya hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperluas pemasaran durian lokal Wonosobo.

Ia juga menyampaikan bahwa potensi durian di Kabupaten Wonosobo tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Selomerto, Sukoharjo, Kaliwiro, dan Kepil. Potensi tersebut menjadi peluang untuk terus mengembangkan durian lokal sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

“Durian lokal Wonosobo sudah terkenal sampai di mana-mana. Rasanya manis, legit, dan khas. Bahkan, durian dari Wonosobo sudah dikenal hingga Jakarta,” ungkapnya.

Afif berharap, potensi tersebut terus dikembangkan agar durian lokal Wonosobo mampu bersaing dengan durian dari daerah lain. Selain memperluas pasar, pengembangan komoditas ini diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Pesta Durian Wilayu, Yuliono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan untuk membantu memenuhi kebutuhan anggaran penyelesaian pembangunan Masjid Baiturrahman. Pembangunan masjid selama ini mengandalkan swadaya masyarakat, tetapi masih membutuhkan dukungan dana untuk tahap penyelesaian atau finishing.

“Konsepnya karena kami sedang membangun masjid dan masih kekurangan anggaran untuk finishing. Kebetulan sekarang panen raya, sehingga potensi durian milik warga kami optimalkan melalui kegiatan ini,” kata Yuliono.

Dalam pelaksanaannya, pengunjung membayar Rp100.000 untuk menikmati durian sepuasnya. Panitia menyediakan area tunggu bagi pengunjung sebelum memasuki tempat makan secara bergantian. Minuman juga disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung selama menunggu giliran.

(syasya)

Bagikan :