Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah. (f/ist)

PALEMBANG | Populinews.com — Upaya Pemerintah Kota Palembang dan tim Satgas Covid-19 menurunkan angka kasus Covid-19, membuah hasil yang menggembirakan. Berdasarkan evaluasi 14 indikator Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), zona Covid-19 di Palembang mengalami penurunan dari orange (risiko sedang) menjadi kuning (risiko rendah).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah, mengatakan, dari 14 indikator BNPB tersebut, Palembang sudah membaik. Di antaranya dari tingkat kematian menurun, tingkat kesembuhan meningkat dan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) menurun.

“Sebenarnya Per tanggal 5 September, dari peta risiko BNPB, Kita Palembang dinyatakan zona kuning atau resiko rendah,” ujar Fauziah di Palewmbang, Kamis (9/9/2021).

Selain itu, dari evaluasi harian peta risiko Kementerian Kesehatan, level PPKM Kota Palembang sekarang di level tiga, dari sebelumnya di level empat. Tapi, PPKM tetap dilanjutkan hingga 20 September.

“Ini akan terus dievaluasi. Di sektor hulu perlu dikuatkan penerapan 5 M. Berkat kita semua yang menerapkan protokol kesehatan dengan baik, zona menurun menjadi kuning,” kata Fauziah.

Ia menambahkan, protokol kesehatan tetap diterapkan kendati sesorang sudah divaksin, dan Palembang kini berstatus zona kuning.

Terkait vaksin, Fauziah mengatakan, saat ini yang sudah vaksin dosis satu 37 persen dan dosis dua 24 persen. “Saat ini sudah ada 79 ribu dosis, terbagi untuk dosis satu dan dua, prioritas dosis dua,” ujarnya.

Pemulihan Ekonomi

Sementara itu Pemerintah Kota Palembang juga terus berupaya memulihkan perekonomian terkait dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan cara mengajukan Pinjaman Rp117 M dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal ini diungkapkan Wali Kota Palembang, Harnojoyo, usai rapat koordinasi teknis bersama DJPK Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Rapat koordinasi tersebut juga dalam rangka paparan kegiatan-kegiatan yang diajukan untuk dibiayai melalui (PEN) Daerah.

“Alhamdulillah, Kota Palembang mengajukan dengan jumlah Rp117 miliar untuk pendanaan sektor infrastruktur. Di antaranya, pembangunan IPA, PDAM, sekolah dan juga sektor kesehatan. Tinggal saat ini prinsipnya persiapan dalam penyempurnaan administrasi,” kata Harnojoyo, Rabu (8/9/ 2021).

Dijelaskan Harnojoyo, dari nominal Rp117 miliar yang diajukan Pemkot Palembang, sudah mendapatkan penilaian dari SMI, dengan beberapa hal yang mesti diperbaiki.

“Mudah-mudahan ini dapat terealisasi. Karena kemarin bersama DPRD saat rapat pembahasan, perubahan anggaran sudah juga kita masukan dalam KUP dan PPSP tahun 2021,” Harnojoyo menuturkan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang Harrey Hadi, menambahkan bahwa dana tersebut akan dipakai untuk sektor pembangunan, pendidikan hingga kesehatan.

“Kalau untuk pendidikan bisa saja untuk ruang kelas baru maupun perbaikan sekolah. PEN ini memang untuk pemulihan ekonomi dari dampak Covid,” kata Harrey. (dm)

Penulis : Mahri Maulana

Bagikan :