PPKM Palembang Turun Ke Level 1, Semua Sekolah Diizinkan PTM

PALEMBANG | Populinews.com — Seiring turunya status PPKM Kota Palembang ke level 1, Pemerintah mengizinkan seluruh sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Hanya, saja jam belajar tetap dibatasi dengan cara dibagi tiga sesi, serta tetap wajib melaksanakan protokol kesehatan.
“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan sekolah PTM terbatas sejak 6-30 September 2021, di seluruh sekolah di kota ini, maka pada awal Oktober diizinkan melakukan PTM,” kata Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, di Palembang, Sumsel, Rabu (6/10/2021).
Dia menyampaikan, hasil evaluasi PTM beberapa pekan terakhir, pelaksanaan berjalan lancar, sesuai protokol kesehatan, dan tidak terjadi klaster maupun penularan COVID-19 di sekolah.
Meski diizinkan PTM, seluruh sekolah di Palembang mesti dengan pembatasan. “Jadi, tidak seluruh jenjang 100 persen,” kata Fitrianti.
Dia menjelaskan, pada awal penerapan PTM, hanya sekolah tingkat SMP negeri yang boleh 100 persen PTM, adapun dan SMP swasta 70 persen. Kemudian untuk tingkat SD, dari total 350 sekolah, 60 persen di antaranya diizinkan melaksanakan PTM.
Sementara untuk sekolah tingkat PAUD, dibuka secara bertahap sesuai dengan kondisi kesiapan sekolah dan izin orang tua. “Tapi sekarang sudah diperbolehkan melakukan kegiatan PTM 100 persen,” ujar Fitrianti.
Dia menerangkan, dalam kegiatan PTM terbatas saat ini, siswa belajar selama dua jam, dengan pengaturan masuk kelas dibagi tiga waktu atau bergantian. “Jika kondisi pandemi COVID-19 semakin membaik, potensi menambah jam belajar bisa dilakukan,” terang dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto, menambahkan PPKM Kota Palembang sudah turun ke level 1 dan dengan semakin membaiknya zona COVID-19 di kota ini, jam belajar bisa ditambah.
“Jika risiko penularan COVID-19 semakin rendah atau kondisi terus membaik, lama belajar di sekolah akan ditambah menjadi tiga jam. Dan pembagian waktu masuk kelas lebih sederhana, dari tiga shift menjadi dua shift sambil menunggu penerapan jadwal normal,” ujar Zulinto. (dm)
Penulis: Dahri Maulana
